Indonesia Investigasi
ACEH UTARA — Kesibukan mengajar dan mengurus administrasi tidak menjadi alasan bagi guru dan pegawai MAN 2 Aceh Utara untuk berhenti belajar Al-Qur’an. Di sela aktivitas madrasah, mereka meluangkan waktu untuk memperbaiki bacaan melalui kegiatan Tahsin Al-Qur’an.
Kegiatan ini diikuti oleh guru serta pegawai administrasi atau tata usaha MAN 2 Aceh Utara. Bagi para peserta, tahsin bukan sekadar kegiatan membaca Al-Qur’an bersama, tetapi menjadi ikhtiar untuk memastikan setiap ayat yang dibaca dilafalkan dengan benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Iriani, M.Ag, yang juga menjabat sebagai Kaur Tata Usaha MAN 2 Aceh Utara. Ia menjadi bagian dari upaya membangun budaya positif yang menempatkan Al-Qur’an sebagai salah satu fondasi dalam kehidupan dan lingkungan kerja madrasah.
“Belajar Al-Qur’an tidak mengenal kata selesai. Sekalipun sudah lama membaca, tetap ada ruang untuk memperbaiki dan menyempurnakan bacaan,” menjadi semangat yang melandasi kegiatan tersebut.
Pembinaan tahsin diberikan oleh Yusniar, S.Pd, Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris MAN 2 Aceh Utara sekaligus pengajar tahsin Al-Qur’an. Dengan kemampuan dan pengalamannya dalam bidang Al-Qur’an, ia membimbing peserta untuk mengenali dan memperbaiki kesalahan bacaan secara bertahap.
Yang menarik, kegiatan ini mempertemukan dua unsur penting dalam kehidupan madrasah, yakni guru yang berada di ruang pembelajaran dan pegawai tata usaha yang berada di balik pelayanan administrasi. Keduanya duduk dalam ruang belajar yang sama untuk satu tujuan: memperbaiki bacaan dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Hal tersebut menjadi pesan penting bahwa budaya Qur’ani di madrasah bukan hanya menjadi tanggung jawab guru agama atau peserta didik. Guru mata pelajaran, tenaga kependidikan dan seluruh unsur madrasah memiliki ruang yang sama untuk terus belajar.
Lebih jauh, kegiatan tahsin diharapkan dapat memberikan dampak pada kehidupan sehari-hari. Ketika Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi dipahami nilai dan pesannya, maka semangat kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dan pelayanan yang baik diharapkan ikut tumbuh dalam menjalankan tugas.
MAN 2 Aceh Utara pun terus berupaya menjadikan lingkungan madrasah sebagai ruang yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an.
Sebab, sebelum mengajarkan generasi untuk mencintai Al-Qur’an, para pendidik dan tenaga kependidikan pun perlu terus memberi teladan bahwa belajar Al-Qur’an adalah perjalanan yang tidak pernah ditinggalkan.







