Pemuda Reuleut Mengaji, Puluhan Pemuda Gampong Reuleut Timu Mulai Gerakan Pengajian di Warung Kopi

 

Indonesia Investigasi 

ACEH UTARA – Sebanyak 60 pemuda Gampong Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, mengikuti pengajian perdana bertajuk “Pemuda Reuleut Mengaji”, Jumat malam tanggal 4 September 2026, usai salat Isya. Kegiatan yang digelar di Warung Kopi Reuleut Kupie (R-Kupie), Jalan Line Pipa, Gampong Reuleut Timu, ini menjadi langkah awal untuk membangun kegiatan keagamaan yang melibatkan kalangan pemuda di tengah kehidupan masyarakat.

Pengajian tersebut diprakarsai oleh Tgk Fajri M. Yunus, yang juga menjabat sebagai Imum Mukim Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, bersama Musawir selaku Ketua Pemuda sekaligus Ketua Karang Taruna Kader Bangsa Gampong Reuleut Timu. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Gampong Reuleut Timu, Tuha Peut Gampong, pemuda, tokoh masyarakat serta Lembaga Elmansyur Peduli yang dipimpin oleh Mansyuri M Yunus putra asli Reuleut Timu.

Bacaan Lainnya

Selain puluhan pemuda, pengajian perdana tersebut turut dihadiri aparatur gampong, anggota Tuha Peut serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada kalangan pemuda, tetapi diharapkan menjadi ruang bersama untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keagamaan masyarakat.

Pada pengajian perdana tersebut, materi disampaikan oleh Waled Hasan Basri dari Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, dengan tema keutamaan belajar dalam Islam dalam upaya menerapkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Dalam penyampaiannya, Waled Hasan Basri menekankan pentingnya ilmu pengetahuan agama sebagai landasan dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat beribadah harus dibarengi dengan kemauan untuk terus belajar agar setiap ibadah yang dilakukan memiliki dasar dan tata cara yang benar.

Ia juga mengingatkan bahwa seseorang tidak cukup hanya memiliki keinginan untuk beribadah, tetapi perlu memahami ilmu yang berkaitan dengan ibadah tersebut. Belajar agama menjadi bagian penting agar seseorang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang keliru, sekaligus dapat menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar dengan cara yang tepat.

Pengajian berlangsung dalam suasana khidmat dan santai. Kegiatan dipandu oleh Tgk Fajri M. Yunus dan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan. Berbagai persoalan keagamaan yang muncul dalam diskusi kemudian dijawab dan dijelaskan secara mendalam oleh pemateri. Pola pengajian yang disertai dialog tersebut membuat peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendapatkan penjelasan secara langsung.

Pengajian di Warung Kopi

Konsep pelaksanaan pengajian di warung kopi menjadi salah satu hal yang menarik dari kegiatan “Pemuda Reuleut Mengaji”. Warung kopi dipilih bukan semata-mata sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, tetapi juga sebagai upaya mendekatkan kegiatan keagamaan dengan ruang yang selama ini menjadi tempat berkumpulnya pemuda dan masyarakat, khususnya pada malam hari.

Dengan suasana yang lebih santai dan tidak terlalu formal, pemuda diharapkan merasa lebih nyaman untuk mengikuti pengajian, berdiskusi, maupun mengajukan pertanyaan mengenai persoalan agama.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara berkesinambungan setiap awal bulan jum’at malam. Pada setiap pertemuan, pemateri akan dihadirkan secara bergantian dari kalangan ulama, pesantren maupun tokoh agama dari gampong-gampong di sekitar Reuleut Timu.

Penyelenggara berharap keberadaan “Pemuda Reuleut Mengaji” dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang memberikan manfaat, sekaligus memperkuat pemahaman agama dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah Gampong Reuleut Timu menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Pemerintah gampong juga berharap jumlah peserta dapat terus bertambah pada pertemuan-pertemuan berikutnya, tidak hanya dari kalangan pemuda, tetapi juga tokoh masyarakat dan warga Gampong Reuleut Timu secara umum.

Gerakan “Pemuda Reuleut Mengaji” diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengajian rutin semata, tetapi dapat berkembang menjadi ruang pembinaan generasi muda, mempererat silaturahmi antarpemuda dan masyarakat, serta mendorong lahirnya generasi yang memiliki pengetahuan agama dan kepedulian terhadap kehidupan sosial di lingkungan gampong.

Pos terkait