Indonesia Investigasi
BANDA ACEH – Polresta Banda Aceh melalui Unit Tipidter Satreskrim melakukan koordinasi dengan pihak PT Pertamina Aceh terkait penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Koordinasi ini dilakukan karena maraknya antrean masyarakat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh beberapa hari ini.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Humas Iptu Erfan Gustiar menjelaskan, koordinasi ini dikarenakan maraknya antrean kenderaan masyarakat akibat isu soal cadangan bahan bakar minyak nasional yang hanya mampu bertahan sekitar 20 hari kedepan sehingga menimbulkan kecemasan warga jelang lebaran idul fitri.
Kabar soal cadangan energi nasional memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun Erfan meminta warga agar tetap tenang. Ia berharap kondisi nasional tidak memengaruhi ketersediaan BBM bagi Kota Banda Aceh dan sekitarnya.
Erfan juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, pemerintah telah memastikan kebutuhan energi selama Ramadan hingga Lebaran tetap terpenuhi.
“Polresta Banda Aceh mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panik. Sampai Lebaran ada jaminan stok BBM tercukupi,” tegasnya, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Aceh pastikan ketersediaan pasokan energi aman selama ramadan dan menjelang idul fitri dan dihimbau kepada seluruh warga Kota Banda Aceh untuk tidak perlu Panic Buyying.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut, Pertamina telah melakukan berbagai upaya penguatan layanan, antara lain melalui build up stock cadangan bahan bakar serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi.
Langkah ini dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur.
Selain itu, Pertamina juga terus menjalankan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi, termasuk optimalisasi distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah operasional.
Zahrul







