Zalim dan Memutus Silaturahmi : Dosa yang Cepat Mengundang Murka Allah

 

Oleh: Tgk Abdullah bin Rusli

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

Bacaan Lainnya

“Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia — bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat — daripada perbuatan zalim dan memutus silaturahmi.”

(HR. Abu Daud)

 

Hadis ini menjadi peringatan keras bagi seluruh manusia bahwa kezaliman dan memutus hubungan silaturahmi bukanlah dosa kecil. Dua perkara ini mampu menghancurkan kehidupan, merusak hati, memecah persaudaraan, bahkan menghilangkan keberkahan dalam hidup.

 

Zalim bukan hanya tentang memukul atau mengambil hak orang lain. Zalim juga bisa lahir dari ucapan yang menyakitkan, fitnah, penghinaan, janji yang diingkari, mengambil hak rakyat, menipu dalam perdagangan, hingga menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan. Banyak manusia merasa dirinya aman karena tidak langsung dihukum oleh manusia, padahal Allah Maha Melihat setiap perbuatan.

 

Kadang kita melihat seseorang hidup mewah, memiliki jabatan tinggi, dan dipuji banyak orang. Namun jika hidupnya dibangun di atas kezaliman, maka cepat atau lambat Allah akan menunjukkan balasannya. Hati menjadi gelisah, keluarga tidak harmonis, hidup kehilangan ketenangan, dan nama baik perlahan hancur. Karena doa orang yang dizalimi tidak ada hijab antara dirinya dengan Allah.

 

Begitu pula memutus silaturahmi. Hari ini banyak saudara saling bermusuhan hanya karena harta, warisan, politik, atau persoalan dunia yang sementara. Ada anak yang melupakan orang tua, saudara yang tidak saling menyapa bertahun-tahun, bahkan sesama muslim saling membenci tanpa ingin berdamai. Padahal silaturahmi adalah pintu datangnya rahmat dan keberkahan umur.

 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

 

“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah.”

(QS. Muhammad: 22-23)

 

Islam mengajarkan bahwa kekuatan umat bukan hanya pada ilmu dan harta, tetapi pada persatuan hati, kasih sayang, dan saling menjaga hubungan persaudaraan. Orang yang suka menyambung silaturahmi akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya dalam keberkahan.

 

Hari ini dunia sedang penuh fitnah, kebencian, dan permusuhan. Maka jadilah manusia yang membawa kedamaian, bukan perpecahan. Jangan mudah menzalimi orang lain hanya karena merasa kuat, dan jangan memutus hubungan hanya karena ego serta amarah.

 

Karena semua yang kita lakukan di dunia akan kembali kepada diri kita sendiri. Jika kita menanam kebaikan, maka kebaikan pula yang akan dipanen. Namun jika yang ditanam adalah kezaliman dan permusuhan, maka penyesalan akan datang, baik di dunia maupun di akhirat.

 

Semoga Allah menjaga hati kita dari sifat zalim, melembutkan hati untuk saling memaafkan, dan menjadikan kita hamba yang selalu menjaga silaturahmi hingga akhir hayat. Aamiin.

 

 

Pos terkait