Ubah Kedelai Jadi Peluang Usaha, Dosen Unimal Berdayakan Perempuan di Reuleut Timu

 

Indonesia Investigasi 

ACEH UTARA – Kedelai bukan sekadar bahan pangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber gizi sekaligus peluang usaha bagi keluarga. Potensi inilah yang diperkenalkan tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) kepada 20 ibu-ibu dan remaja putri di Desa Reuleut Timu, Kabupaten Aceh Utara, melalui pelatihan produksi susu kedelai, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa lingkungan bertajuk “Peningkatan Gizi Keluarga Melalui Produksi Susu Kedelai oleh Kelompok Wanita Tani Desa Reuleut Timu Kabupaten Aceh Utara” ini menyasar perempuan, khususnya pelaku usaha minuman, agar mampu mengolah kedelai menjadi produk pangan yang bermanfaat bagi keluarga dan berpotensi dipasarkan.

Bacaan Lainnya

Ketua tim pengabdian, Usnawiyah, S.P., M.P., dosen Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Unimal, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Susu kedelai dapat menjadi salah satu alternatif sumber protein nabati bagi keluarga. Jika dikembangkan dengan memperhatikan kebersihan, mutu bahan baku, pengolahan, dan penyimpanan, produk ini juga berpeluang menjadi bagian dari usaha minuman rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka tertarik mempelajari cara mengolah kedelai menjadi susu kedelai yang dapat dikonsumsi sendiri maupun dikembangkan sebagai produk jualan.

Salah seorang peserta, Mursyidah Yahya, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun pengembangan usaha.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami belajar bahwa kedelai dapat diolah menjadi minuman bergizi yang juga berpotensi memiliki nilai jual. Mudah-mudahan keterampilan ini bisa kami praktikkan di rumah dan dikembangkan menjadi usaha kecil untuk membantu menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak perempuan di desa memiliki keterampilan mengolah bahan pangan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Tim pengabdian ini juga melibatkan Dr. Ismadi, S.P., M.Si., Dr. Ir. Rd. Selvy Handayani, M.Si., Almuna Ramadhani, S.TP., M.Si., Uchti Nuzul Qhinanti Lubis, S.P., M.Si., dan Mira Humaira, S.Si., M.Si. Lima mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi turut berpartisipasi, yaitu Lismawati, Rahman Alfajar, Mei Lina Adryani, Dinda Safira Mayanda, dan Ridho Hanafi.

Melalui kegiatan ini, tim Unimal berharap keterampilan produksi susu kedelai dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga, menumbuhkan usaha rumahan, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Reuleut Timu.

(Red)

Pos terkait