Tim Rumah Zakat Sambangi Petani Aceh Utara Penderita Kaki Gajah, Berikan Bantuan Kesehatan dan Harapan Baru

 

Indonesia Investigasi 

ACEH UTARA — Senyum yang telah lama hilang perlahan kembali merekah di wajah Pak Dedi, seorang petani sayur asal Desa Rawa Itek, Kecamatan Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit kaki gajah yang dideritanya, kini ia mendapatkan perhatian dan dukungan dari tim Rumah Zakat⁠� yang datang langsung menyambangi kediamannya pada Rabu, 13 Mei 2026.

 

Bacaan Lainnya

Kedatangan tim relawan bukan sekadar kunjungan biasa. Mereka membawa bantuan kesehatan, dukungan kebutuhan pokok, sekaligus harapan baru bagi Pak Dedi dan keluarganya yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

 

Pak Dedi dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menggantungkan hidup dari hasil kebun sayur miliknya. Namun beberapa tahun terakhir, aktivitasnya semakin terbatas akibat penyakit filariasis atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kaki gajah. Pembengkakan yang terus terjadi pada kakinya membuat Pak Dedi kesulitan berjalan, apalagi bekerja seperti dahulu.

 

Bahkan, Pak Dedi sudah dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi Aceh untuk menjalani operasi penyedotan cairan pada kakinya. Penanganan tersebut dilakukan langsung oleh dokter spesialis kaki gajah yang didatangkan dari Jakarta. Namun hingga kini, kondisinya belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

 

“Kalau ke kebun saja sudah sakit, apalagi membawa hasil panen ke pasar. Saya malu sama istri dan warga,” ujar Pak Dedi lirih saat ditemui tim relawan.

 

Melihat kondisi tersebut, tim Rumah Zakat langsung melakukan asesmen kesehatan dan menyalurkan bantuan berupa dukungan biaya perawatan penyakit kaki gajah guna membantu mengurangi pembengkakan serta mencegah infeksi lanjutan. Selain itu, keluarga Pak Dedi juga menerima bantuan kebutuhan pokok untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pengobatan berlangsung.

 

“Kami datang untuk memastikan Pak Dedi tidak berjuang sendiri. Penyakit kaki gajah memang termasuk penyakit langka, tetapi bukan berarti tidak bisa ditangani. Dengan penanganan yang tepat dan rutin, kondisi ini dapat dikontrol agar beliau bisa kembali beraktivitas,” ujar salah satu relawan Rumah Zakat di lokasi.

 

Kisah Pak Dedi menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat di pelosok daerah yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan secara memadai. Melalui program bantuan kesehatan ini, Rumah Zakat juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi Pak Dedi sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pencegahan penyakit filariasis.

Keluarga Pak Dedi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan para donatur dan relawan.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Rumah Zakat dan para donatur yang sudah peduli dengan keluarga kami. Semoga ini menjadi awal kesembuhan Pak Dedi dan beliau bisa kembali menghidupi keluarga,” ungkap keluarga Pak Dedi penuh haru.

 

Melalui program ini, Rumah Zakat mengajak masyarakat luas untuk turut mendukung bantuan kesehatan bagi para dhuafa penderita penyakit kronis di daerah terpencil. Setiap bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi jalan kesembuhan sekaligus menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.

 

King Li

 

Pos terkait