Indonesia Investigasi
WAY KANAN — Sudah satu pekan Adi Pemasok BBM ke bapak Hartono belum dijuga ditangkap Polisi, Adi adalah warga negara ratu Lampung utara yang jaraknya tak jauh dari Waykanan, namun saya merasa ada kejanggalan atas kinerja kepolisian yang sampai saat belum juga menangkap Sang Penyumplai BBM tersebut yang diduga adalah Mafia BBM kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Way Kanan.
“Ungkap Riko Jumad Malam 15 mei 2026. Kepada wartawan.
Kami minta polisi itu bekerja secara profesional dan saya telah perintahkan Paralegal saya Hendrik Iskandar CPSc untuk terus memantau perkembangan kasus ini sampai adi pemasok BBM ditangkap dan diproses hukum serta kami akan berupaya agar Hartono yang saat ini masih ditahan Polres Waykanan tidak jadi tumbal mafia BBM.
“Hartono itu hanya pengecer BBM yang jualan pertalite literan,untuk menyambung hidup dan pekerjaan Selaku pengecer pertalite di kampung serupa indah kecamatan pakuan ratu karena disana tidak Ada POM bensin..
Pekerjaan Hartono itu sangat membantu anak sekolah, petani dan warga sekitar, tidak mungkin mereka mau beli Pertalite 2 liter lalu ke POM bensin terdekat yaitu dinegara ratu Lampung utara, yang jaraknya lebih kurang 25kilo meter dari tempat mereka Hartono harus mendapatkan keadilan, ia harus dipulangkan kerumah bukannya justru ditahan polisi.” Punkas Riko
Menurut Paralegal saya Hendrik Iskandar CPSc, dari penelusuran dilapangan Kasus ini penuh kejanggalan, ;
1, Setelah 5 menit Adi mengantarkan BBM.. pada saat Polisi langsung datang mengamankan BBM ditempat pak Hartono, Harusnya pada waktu itu Polisi bisa tangkap Adi sang penyuplay BBMnya.
2, Pada saat polisi datang untuk penggerebekan, Polis tidak Menunjukkan SPRIN, dan bapak Hartono tidak ada dilokasi.,dan Polisipun merekam Supiah serta membawa ibu Supiah kepolsek Pakuan ratu.
3. Sesampainya dipolsek Malam itu Sabtu 9 mei 2026. ibu Supiah disuru pulang untukk memanggil Suaminya, lalu seling beberapa jam Ibu Supiah beserta suaminya Hartono kembali kepolsek.
4.Kepada Hendrik’ ibu Supiah menceritakan bahwa malam itu ia sempat dimintai uang dengan oknum Polsek Pakuan yaitu dengan cara kode jari tangan 5 dan 0..dijawab ibu supiyah 50 juta pak…Dan oknum polisi menganggukan kepalanya kebawah yang artinya benar’.
5..Sampai saat ini sudah 7 hari namun polisi’ belum juga menangkap dan Menahan Adi sang pemasok BBM., Jadi Ada Apa Dengan Polisi. Tegas Riko.
Kami Minta Polres Waykanan Profesional dan segera amankan. Adi, Jangan polisi tebang pilih yang kecil disikat yang besar bebas dalam payung.
Hendrik







