Indonesia Investigasi
LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi menerima bantuan tiga unit mobil ambulans dari PT Astra International Tbk untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang terdampak bencana banjir. Prosesi penyerahan bantuan tersebut berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Aceh Utara pada Senin (27/4/2026) pukul 11.00 WIB.
Bantuan yang berasal dari program donasi PT Astra ini diserahkan kepada tiga fasilitas kesehatan tingkat pertama, yakni Puskesmas Tanah Jambo Aye, Puskesmas Lhokbeuringen, dan Puskesmas Sawang. Kehadiran armada baru ini diharapkan mampu menggantikan fungsi unit transportasi medis yang sempat mengalami kerusakan akibat rendaman banjir beberapa waktu lalu.
Acara serah terima tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom—atau yang akrab disapa Panyang—bersama Plt. Sekda Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd. Turut hadir mendampingi dalam prosesi tersebut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurahman, SKM., M.Si, serta Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Mahzar, S.Kep., M.M, beserta ketiga kepala puskesmas penerima bantuan.
Wakil Bupati Tarmizi mengungkapkan bahwa pendistribusian ambulans ini merupakan tahap awal untuk memulihkan mobilitas medis di Aceh Utara. Ia juga memberi sinyal akan adanya usulan tambahan bagi puskesmas lain yang kondisinya serupa.
“Hari ini sudah ada tiga unit yaitu Lhokbeuringen, Jambo Aye dan Sawang. Setelah ini mungkin ada usulan lain untuk puskesmas lain khususnya yang ambulansnya rusak pasca-banjir. Puskesmas lainnya harap bersabar dan akan menyusul,” ujar Tarmizi.
Lebih lanjut, ia menekankan agar penambahan fasilitas ini dibarengi dengan komitmen peningkatan layanan kepada masyarakat luas. Beliau berharap tidak ada lagi kendala teknis di lapangan saat harus merujuk pasien dalam kondisi darurat.
“Harapan kami kepada pihak puskesmas, dengan adanya mobil ambulans ini pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terus ditingkatkan tanpa kendala lagi di lapangan, baik pasien yang dirujuk ke rumah sakit daerah maupun rumah sakit di Banda Aceh,” pungkasnya.
Panyang berharap, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur kesehatan di Aceh Utara agar akses rujukan pasien dari wilayah-wilayah terdampak dapat berjalan lebih cepat dan efisien.[]
King Li







