Indonesia Investigasi
ACEH TIMUR – Tokoh masyarakat sekaligus mantan Panglima Daerah 1 Wilayah Peureulak, Marzuki M Ali yang akrab disapa Ayah Kobra atau Pang Kobra, akhirnya angkat bicara terkait kondisi sosial dan kekompakan mantan pejuang Aceh yang dinilai mulai mengalami perpecahan di tengah situasi saat ini.selasa(19/05/26)
Dalam pernyataannya, Pang Kobra mengajak seluruh elemen GAM, PA, KPA, serta masyarakat Aceh yang pernah bersama-sama melewati masa konflik untuk kembali menjaga persatuan dan kebersamaan demi masa depan Aceh yang lebih baik.
Menurutnya, pada masa perjuangan dahulu seluruh pihak mampu hidup dalam kekompakan, saling membantu, dan bertahan dalam situasi sulit. Namun setelah Aceh memasuki masa damai, kebersamaan tersebut perlahan mulai memudar.
“Kita dulu pernah bersama dalam situasi sulit. Dalam keadaan apapun kita tetap kompak. Sangat disayangkan jika hari ini semua seolah-olah melupakan perjuangan dan pengorbanan masa lalu,” ujar Pang Kobra.
Ia menilai, mantan pejuang Aceh seharusnya menjadi penengah dalam setiap persoalan masyarakat, bukan justru ikut terlibat dalam hal-hal yang dapat memperkeruh keadaan atau menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Pang Kobra juga mengingatkan bahwa generasi muda akan menilai bagaimana para tokoh dan mantan pejuang menjaga hasil perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu Aceh.
“Jika hari ini kita sebagai orang tua memberikan contoh yang tidak baik, maka suatu saat perjuangan yang dulu diperjuangkan dengan pengorbanan besar tidak akan dihargai oleh anak cucu kita sendiri,” katanya.
Dalam pernyataannya, ia mengaku khawatir melihat kondisi Aceh saat ini yang mulai menunjukkan tanda-tanda perpecahan di berbagai kalangan. Ia menegaskan, apabila kondisi tersebut tidak segera diperbaiki, maka kehancuran bisa datang akibat ulah dan kesalahan bersama.
Karena itu, Pang Kobra mengajak seluruh mantan pejuang Aceh dan masyarakat yang pernah membantu perjuangan untuk kembali melakukan introspeksi diri serta menjaga amanah perjuangan yang dititipkan oleh wali negara Almarhum Tgk Hasan Muhammad diTiro demi masa depan Aceh.
“Kita harus menjaga Aceh ini dengan baik untuk anak cucu kita ke depan. Jangan sampai amanah perjuangan rusak karena kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, tokoh masyarakat dan mantan Panglima Daerah 1 Wilayah Peureulak tersebut berharap para petinggi GAM, PA, dan KPA dapat menciptakan kondisi yang aman, damai, dan lebih baik sehingga masyarakat kembali memiliki kepercayaan bahwa perjuangan dahulu benar-benar bertujuan untuk kesejahteraan rakyat Aceh.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah ikut campur atau memperkeruh persoalan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
“Jika tidak tahu permasalahan yang sebenarnya, maka alangkah baiknya kita diam terlebih dahulu dan mencari tahu duduk persoalannya. Setelah itu, mari bersama-sama memberikan solusi agar setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik, damai, dan penuh kebijaksanaan,” tutup Ayah Kobra.
Tgk Abdullah







