Indonesia Investigasi
NUNUKAN – Acara Halal Bi Halal di Kecamatan Tulin Onsoi dan Sebuku, Kabupaten Nunukan, menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat di perbatasan. Pesan yang disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Utara (Kaltara) sangat relevan dengan semangat pasca-Lebaran.(19/4/2026).
Pesan Utama Ketua Tanfidziyah NU Kaltara
Menjaga Silaturahmi: Di wilayah perbatasan seperti Nunukan, menjaga hubungan baik antar sesama warga adalah kunci keharmonisan sosial. Silaturahmi bukan sekadar bertemu, tapi membangun kepedulian.
Saling Memaafkan: Melepaskan beban kesalahan masa lalu agar hati menjadi bersih (fitrah). Ini adalah esensi dari perayaan Halal Bi Halal.
Kerukunan di Perbatasan: Sebagai wilayah yang strategis, warga di Tulin Onsoi dan Sebuku diharapkan tetap solid dan tidak mudah terprovokasi, menjaga semangat “Ukhuwah Islamiyah” (persaudaraan sesama Muslim) dan “Ukhuwah Watoniyah” (persaudaraan se-tanah air).
Makna Penting bagi Masyarakat Tulin Onsoi & Sebuku
Penyegaran Iman: Kegiatan ini berfungsi sebagai pengingat nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi Masyarakat: Mempertemukan tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat umum untuk bersinergi membangun daerah.
Budaya Lokal: Melestarikan tradisi khas Indonesia yang memperkuat struktur sosial di Kalimantan Utara.
Kehadiran tokoh-tokoh NU di wilayah kecamatan menunjukkan komitmen organisasi dalam merangkul umat hingga ke pelosok daerah.
Semoga semangat silaturahmi ini terus terjaga tidak hanya saat momen Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan bertetangga sehari-hari di Nunukan.
Sudirman







