Indonesia Investigasi
ACEH UTARA, Indonesia investigasi,(5/2/2026) – Sebanyak 26 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)2026 Kelompok 28 Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Lhokseumawe melaksanakan program edukasi tentang bahaya bullying di Sekolah Dasar (SD) 6 Dewantara Kabupaten Aceh Utara, Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini menjadi bagian dari program kerja KKN-PPM yang fokus pada penguatan karakter dan keamanan lingkungan belajar bagi anak usia dasar.
Dalam sambutan pembuka, ketua kelompok 28, M.Taufiq mahasiswa KKN-PPM 2026 menjelaskan bahwa pemilihan tema bahaya bullying didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kurang memahami batasan perilaku yang dapat dianggap sebagai bullying.
“Kita sadar bahwa lingkungan sekolah yang aman adalah dasar bagi proses belajar yang efektif. Melalui program ini, kami ingin memberikan pemahaman yang jelas tentang apa itu bullying, bentuk-bentuknya mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying, serta dampak negatif yang dapat terjadi baik bagi korban maupun pelaku,” ujarnya.
Materi disampaikan dengan berbagai metode yang menarik untuk siswa SD, antara lain presentasi visual dengan gambar dan animasi sederhana, diskusi kelompok kecil dengan topik kasus nyata yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak, serta permainan edukatif berbasis peran yang membuat siswa aktif berpartisipasi. Selama sesi tanya jawab, banyak siswa yang mengajukan pertanyaan terkait cara menghadapi teman yang sering menyakitkan perasaan atau melakukan tindakan tidak menyenangkan.
Kepala Sekolah SDN6 Dewantara
“Kami sangat mengapresiasi penuh inisiatif dari mahasiswa UNIMAL KKN-PPM 2026. Masalah bullying memang tidak bisa dianggap remeh, bahkan di tingkat sekolah dasar. Sebelumnya, kita hanya memberikan arahan secara umum tentang sopan santun, namun dengan edukasi yang terstruktur seperti ini, siswa dapat lebih memahami mengapa tindakan tertentu itu tidak boleh dilakukan dan bagaimana cara bertindak jika menghadapi atau melihat kejadian bullying. Kami siap mendukung kerja sama ini dan berharap program serupa dapat diadakan secara berkala,” ucap Kepala Sekolah dalam sambutannya.
Siswa Kelas V SDN 6 Dewantara
“Saya sangat senang dengan kegiatan hari ini. Sebelumnya saya tidak tahu kalau menyebut teman dengan julukan yang menyakitkan juga termasuk bullying. Kakak-kakak juga mengajarkan kita untuk tidak melihat rendah teman yang berbeda, seperti yang memiliki fisik berbeda atau prestasi belajar tidak terlalu baik. Nanti saya akan mengingatkan teman-teman saya agar tidak melakukan hal seperti itu, dan kalau ada yang kesusahan, saya akan membantu atau memberitahu guru,” ungkap salah satu siswa dengan antusias.
“Kegiatan hari ini memberikan kami banyak pembelajaran juga. Respon yang luar biasa dari siswa dan dukungan penuh dari pihak sekolah membuat semua upaya yang kami lakukan menjadi sangat berharga. Kami telah menyusun modul materi edukasi anti-bullying yang dapat digunakan oleh guru-guru di sekolah ini untuk melanjutkan penyuluhan secara berkelanjutan. Selain itu, tim kami juga akan melakukan kunjungan tindak lanjut dalam beberapa minggu ke depan untuk melihat dampak dari program ini dan mungkin mengembangkan program tambahan tentang komunikasi positif antar teman,” jelas ketua kelompok mahasiswa.
Setelah kegiatan berakhir, pihak sekolah dan mahasiswa KKN-PPM 2026 sepakat untuk membuat dinding informasi anti-bullying di koridor sekolah, yang akan menampilkan poin-poin penting dari materi yang disampaikan serta nomor kontak orang yang dapat dihubungi jika ada masalah. Pihak sekolah juga berencana untuk menyertakan materi anti-bullying dalam kegiatan ekstrakurikuler dan apel mingguan secara berkala.
“Kita berharap bahwa dengan upaya bersama ini, SDN 6 Dewantara dapat menjadi sekolah yang aman, nyaman, dan penuh dengan rasa hormat antar sesama. Semoga generasi muda kita tumbuh menjadi individu yang memiliki empati dan mampu hidup rukun dengan orang lain,” tutup salah satu pembimbing lapangan dari UNIMAL yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Jahidi








