Indonesia Investigasi
ACEH SINGKIL — Anggota DPR RI Komisi V, H. Ruslan M. Daud (HRD), meninjau langsung kondisi abrasi pantai dan pendangkalan muara di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (17/4/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, HRD melihat langsung kerusakan pesisir yang dinilai sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
Kunjungan kerja itu turut didampingi Wakil Bupati Aceh Singkil H. Hamzah Sulaiman, Asisten II Setdakab Faisal S.Pd, Plt Kepala Dinas PUPR H. Abdul Ali Karya ST, serta tim dari Balai Wilayah Sumatera I. Hadir pula anggota DPRA Dapil 9 Doni Arega Rajes, serta anggota DPRK Aceh Singkil Doni Maradona dan Sadri Lingga.
Peninjauan difokuskan pada dua titik utama, yakni abrasi pantai di Desa Pulo Sarok dan pendangkalan muara Kuala Gabi yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
HRD mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Fraksi PKB DPRK Aceh Singkil.
“Ini sesuai aspirasi masyarakat dan juga kader PKB. Kita melihat langsung kondisi abrasi yang sangat parah, serta pendangkalan di muara Kuala Gabi. Apa yang disampaikan kepada saya, semuanya terbukti di lapangan,” ujar HRD.
Mantan Bupati Bireuen periode 2012–2017 itu menilai, kedua persoalan tersebut tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan intervensi serius dari pemerintah pusat.
Menurut dia, abrasi yang terus terjadi berpotensi mengancam permukiman warga, sementara pendangkalan muara berdampak langsung pada aktivitas nelayan dan kelancaran transportasi laut.
“Setelah kita lihat langsung, ini memang membutuhkan perhatian serius dari negara. Tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” kata dia.
HRD menegaskan, sebagai wakil rakyat di tingkat pusat, dirinya akan mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam penanganan abrasi dan normalisasi muara.
“Saya akan mengupayakan agar persoalan ini dapat di tangani dengan APBN. InsyaAllah akan kita upayakan agar segera dibangun dan ditangani,” ujar Ketua DPW PKB Aceh itu.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan kerusakan pesisir di Aceh Singkil, yang selama ini dinilai semakin mengancam keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
(Tim)








