“Puasa yang Mensucikan, Tarawih yang Menerangi Hari Kebangkitan”
Oleh : Tgk. Abdullah
Ramadhan terus melangkah. Malam ke-11 hadir membawa pesan mendalam bagi setiap jiwa yang rindu ampunan. Bulan suci ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum ilahi untuk membersihkan dosa, memperbaiki diri, dan menyalakan kembali cahaya iman yang mungkin mulai redup oleh kesibukan dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan dan menegakkan (shalat malam) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadits ini bukan hanya janji, tetapi kabar gembira bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh memanfaatkan Ramadhan sebagai ladang pertaubatan.
Puasa sejatinya adalah perjalanan sunyi antara hamba dan Tuhannya. Ia melatih kejujuran, kesabaran, dan pengendalian diri. Ketika seseorang menahan lapar dan dahaga, ia sedang menundukkan hawa nafsu. Ketika ia menjaga lisan dari dusta dan ghibah, ia sedang menyucikan hati. Maka benarlah, puasa yang dilakukan dengan iman dan penuh harap akan menjadi sebab bersihnya dosa-dosa.
Adapun tarawih di malam hari adalah cahaya yang menerangi kegelapan jiwa. Di antara lantunan ayat suci dan sujud yang panjang, seorang hamba merendahkan diri di hadapan Allah. Ia menangis dalam doa, berharap rahmat dan ampunan. Tarawih bukan sekadar berdiri dan rukuk, melainkan pernyataan cinta kepada Sang Pencipta. Dalam banyak penjelasan ulama, orang yang menghidupkan malam Ramadhan dengan penuh keikhlasan akan datang pada hari kiamat dengan wajah bercahaya—cahaya yang lahir dari kesabaran dan ketundukan.
Malam ke-11 adalah pengingat bahwa perjalanan masih panjang. Jangan biarkan semangat ibadah melemah setelah sepuluh hari pertama. Justru di sinilah konsistensi diuji. Ramadhan bukan tentang siapa yang paling cepat bersemangat, tetapi siapa yang paling istiqamah hingga akhir.
Mari kita jadikan puasa sebagai pembersih jiwa dan tarawih sebagai penerang langkah menuju akhirat. Semoga Allah menerima amal kita, menghapus dosa-dosa kita, dan mengumpulkan kita kelak dalam keadaan wajah yang bersinar oleh cahaya iman.
Wallahu a’lam bish-shawab.







