Semarak Pengabdian KPM Mandiri UIN Sunah Lhokseumawe Kelompok 10 melalui MTQ dan Perlombaan Kemerdekaan

 

Indonesia Investigasi 

ACEH UTARAIndonesiainvestigasi, (19/08/2026) Rangkaian pengabdian KPM Mandiri Kelompok 10 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di Desa Geuleumpang Pirak, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, diwarnai dengan kegiatan yang mempertemukan semangat keagamaan, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat.

 

Bacaan Lainnya

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat adalah pelaksanaan MTQ antar-dusun yang kemudian dirangkaikan dengan berbagai perlombaan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk berpartisipasi sekaligus menunjukkan kemampuan mereka.

 

Pelaksanaan MTQ berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta tampil membawa nama dusun masing-masing, sementara masyarakat turut memberikan dukungan. Nuansa kompetisi yang sehat berpadu dengan suasana kekeluargaan sehingga kegiatan tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga memperkuat hubungan antarwarga.

 

Ketua KPM Mandiri Kelompok 10, Muhammad Agha Alfaysal, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan masyarakat selama masa pengabdian.

 

“Kami ingin selama berada di Desa Geuleumpang Pirak bukan hanya melaksanakan program, tetapi benar-benar hadir dan ikut menjadi bagian dari masyarakat. MTQ dan perlombaan ini menjadi salah satu cara kami membangun kebersamaan. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan aparatur desa yang telah memberikan ruang serta dukungan kepada kami,” katanya.

 

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Sekretaris Desa Geuleumpang Pirak, Khairul Mushadi. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KPM yang mampu menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

 

“Kegiatan ini sangat baik karena masyarakat dapat terlibat langsung, terutama anak-anak. Selain memberikan hiburan, kegiatan seperti MTQ juga memberikan nilai pendidikan dan keagamaan. Kami berterima kasih kepada mahasiswa KPM yang telah membantu menghidupkan kegiatan di desa selama berada di sini,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KPM Mandiri Kelompok 10, Dr. Usammah, M.Hum., menilai kegiatan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam membangun kerja sama dengan masyarakat.

 

“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Mereka belajar bagaimana merancang kegiatan, berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus bertanggung jawab terhadap masyarakat. Saya berharap pengalaman seperti ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di kampus,” tuturnya.

 

Setelah seluruh perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang telah menunjukkan semangat dan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.

 

Bagi KPM Mandiri Kelompok 10, kegiatan ini menjadi salah satu cerita yang akan dibawa pulang dari Desa Geuleumpang Pirak. Bukan hanya tentang piala dan perlombaan, tetapi tentang bagaimana mahasiswa dapat hadir, berbaur, dan menciptakan ruang kebersamaan bersama masyarakat.

 

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, perjalanan KPM Mandiri Kelompok 10 di Desa Geuleumpang Pirak semakin mendekati penghujung masa pengabdian. Namun, kebersamaan yang telah terbangun diharapkan tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus, melainkan tetap menjadi bagian dari silaturahmi yang terus terjaga.

 

Jahidi

 

Pos terkait