Indonesia Investigasi
SANGKULIRANG, KUTIM – Setelah menanti selama kurang lebih sepuluh tahun, pembangunan Jembatan Sungai Nibung di Kecamatan Sangkulirang akhirnya mencapai tahap rampung. Namun, bukannya disambut dengan apresiasi penuh, proyek strategis yang memakan anggaran fantastis ini justru menuai kritik pedas dari berbagai lapisan masyarakat.
Anggaran Raksasa, Kualitas Dipertanyakan
Proyek yang dikerjakan secara bertahap selama satu dekade terakhir ini diperkirakan telah menyerap dana APBD hingga ratusan miliar rupiah. Jembatan ini sejatinya diproyeksikan menjadi urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah pesisir. Namun, fakta di lapangan menunjukkan pemandangan yang kontras dengan nilai investasinya.
Berdasarkan pantauan dan laporan warga, kualitas pengerjaan akhir (finishing) jembatan dinilai jauh dari kata maksimal. Beberapa titik pada struktur pendukung dan permukaan jalan menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini, meski fasilitas ini baru saja diselesaikan.
Diduga Dikerjakan Terburu-buru
Sorotan tajam tertuju pada kesan “kejar tayang” dalam penyelesaian proyek. Muncul dugaan bahwa mengejar target peresmian membuat aspek kualitas dikesampingkan.
“Kami menunggu jembatan ini sepuluh tahun, tapi melihat hasilnya yang terkesan asal jadi, tentu sangat mengecewakan. Kualitas beton dan kerapian pengerjaannya terlihat seperti dipaksakan selesai dalam waktu singkat,” ujar salah satu warga yang melintas.
Poin Utama yang Menjadi Sorotan:
Durasi Proyek: Pengerjaan yang membentang selama 10 tahun (satu dekade) dianggap tidak efisien.
Transparansi Anggaran: Total dana ratusan miliar menuntut hasil infrastruktur dengan standar kualitas tinggi.
Estetika dan Keamanan: Finishing yang kasar dan terkesan terburu-buru dikhawatirkan berdampak pada umur pakai (durasi) jembatan ke depannya.
Menanti Audit dan Pertanggungjawaban
Kini, publik mendesak instansi terkait dan lembaga pengawas untuk melakukan audit investigatif terhadap fisik bangunan Jembatan Sungai Nibung. Masyarakat berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur yang dibiayai dari uang rakyat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai keluhan teknis yang disampaikan warga terkait kualitas jembatan yang nampak terburu-buru tersebut.
SM
