Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Perbaikan Jalan Nasional di Muara Satu, DPRA Minta Pengerjaan Segera Dilanjutkan

FOTO: H Tantawi, anggota DPR Aceh partai Demokrat dapil Aceh Utara - Lhokseumawe.

Indonesia Investigasi 

LHOKSEUMAWE – Proyek perbaikan Jalan Nasional Medan–Banda Aceh yang melintasi kawasan Batuphat, Blang Pulo, Paloh, dan Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dikeluhkan masyarakat karena dinilai menimbulkan gangguan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Pantauan warga di sejumlah titik proyek menunjukkan kondisi badan jalan yang telah dikeruk namun belum dilakukan pengaspalan kembali. Kondisi tersebut menyebabkan permukaan jalan menjadi tidak rata, berdebu saat cuaca panas, dan berlumpur serta licin ketika hujan turun.

 

Sejumlah pengguna jalan mengaku harus lebih berhati-hati saat melintas karena terdapat bagian jalan yang mengalami penurunan permukaan. Warga juga menyoroti minimnya rambu-rambu peringatan di beberapa lokasi pekerjaan yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, aktivitas pengerukan jalan juga menimbulkan debu yang cukup tebal. Debu tersebut dikeluhkan warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi proyek karena berdampak pada kesehatan serta kenyamanan lingkungan.

Bacaan Lainnya

 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Daerah Pemilihan Aceh Utara-Lhokseumawe, Tantawi, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama pihak kontraktor agar tidak menghentikan pekerjaan yang sedang berlangsung dan segera melanjutkan penyelesaian proyek tersebut.

 

“Keluhan masyarakat terus kami terima. Selain persoalan debu yang setiap hari dihirup warga, kondisi jalan yang sudah dikeruk juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami meminta BPJN dan kontraktor untuk segera melanjutkan pekerjaan hingga tuntas,” ujar Tantawi.

 

Menurutnya, keberadaan proyek perbaikan jalan pada dasarnya sangat dibutuhkan masyarakat karena bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional. Namun, pelaksanaannya harus memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

 

Apalagi sudah banyak kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tersebut baik laka tunggal maupun kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan. Warga berharap pengerjaan proyek dapat segera diselesaikan sehingga arus lalu lintas kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. Mereka juga meminta pihak pelaksana proyek memasang rambu-rambu keselamatan yang memadai serta melakukan pengendalian debu selama proses pekerjaan berlangsung.

Pos terkait