Pemkab Pekalongan Siapkan Anggaran Penanganan Rob 2026, Tanggul hingga Rumah Pompa

 

Indonesia Investigasi 

KAJEN – Indonesia investigasi.com – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai menyiapkan langkah konkret untuk menekan dampak banjir rob yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan di wilayah pesisir. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru), sejumlah program strategis telah dianggarkan untuk Kecamatan Tirto dan Siwalan pada tahun 2026.

 

Bacaan Lainnya

Program tersebut meliputi peninggian tanggul, perbaikan pintu air, hingga pembangunan rumah pompa di sejumlah titik yang selama ini menjadi kawasan langganan genangan rob.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Pujo Pramudiarto, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran khusus untuk memperkuat infrastruktur pengendalian air di wilayah terdampak.

 

“Untuk penanganan rob, terutama di Tirto dan Siwalan, kita sudah siapkan beberapa kegiatan. Di Tirto ada peninggian tanggul dengan anggaran kurang lebih Rp700 juta,” kata Pujo saat ditemui usai kegiatan di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/6/2026).

 

Menurutnya, peninggian tanggul menjadi salah satu prioritas karena berfungsi sebagai benteng utama untuk mengurangi masuknya air laut ke kawasan permukiman dan lahan produktif warga saat pasang tinggi.

 

Selain proyek tanggul, DPU Taru juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 juta untuk perbaikan pintu air di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mengatur aliran air dan mengurangi risiko genangan rob yang semakin sering terjadi.

 

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Siwalan, pemerintah berencana membangun rumah pompa di Desa Depok. Fasilitas serupa juga akan dibangun di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, guna memperkuat sistem pengendalian air di kawasan pesisir.

Pujo menjelaskan, pembangunan rumah pompa saat ini tengah memasuki tahapan administrasi dan dalam waktu dekat akan diproses melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).

 

“Kemungkinan minggu depan sudah masuk ULP. Sementara kegiatan lain yang tidak melalui tender masih dalam tahap perencanaan,” jelasnya.

 

Pemkab Pekalongan menargetkan seluruh program penanganan rob tersebut dapat direalisasikan dan rampung pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi dampak genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur jalan, hingga menghambat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

 

Meski demikian, pemerintah meminta masyarakat untuk tetap bersabar menunggu proses pelaksanaan program yang saat ini masih berjalan sesuai tahapan.

“Untuk masyarakat, tenang dan sabar menanti program yang akan kita luncurkan,” ujar Pujo.

 

Di tengah ancaman rob yang terus berulang setiap tahun, realisasi program ini menjadi harapan baru bagi warga pesisir Kabupaten Pekalongan. Keberhasilan pembangunan tanggul, pintu air, dan rumah pompa dinilai akan menjadi ujian keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan rob yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

 

Adapun untuk program penanganan rob tahun 2027, Pemkab Pekalongan masih melakukan penyusunan rencana sehingga detail kegiatan belum dapat diumumkan kepada publik.

  1. “Untuk tahun 2027 masih tahap penyusunan, jadi belum bisa kita sampaikan informasinya,” pungkas Pujo. ( Ari ).

Pos terkait