Indonesia Investigasi
BATAM – Indonesiainvestigasi.com l Dugaan praktik ilegal distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di Kota Batam. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau dikabarkan mengamankan tiga unit mobil pick up di kawasan Pelabuhan Rakyat Sagulung, Selasa (21/4/2026) sore.
Penindakan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan BBM subsidi tanpa izin resmi yang selama ini meresahkan masyarakat setempat.
Salah seorang warga mengatakan, petugas dari Polda Kepri sempat melakukan pemeriksaan terhadap sebuah mobil pick up yang diduga bermuatan BBM subsidi.
Tak lama berselang, kendaraan tersebut dibawa petugas, dan satu orang yang diduga terlibat, berinisial H, turut diamankan.
“Setahu saya ada tiga mobil pick up yang diamankan tadi,” ujar nya melalui pesan singkat kepada awak media.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan adanya kendaraan pick up yang mengangkut sejumlah drum berwarna merah, yang lazim digunakan sebagai wadah penyimpanan BBM.
Sumber lain di lapangan menyebutkan, praktik pengangkutan BBM subsidi secara ilegal di wilayah tersebut diduga telah berlangsung cukup lama. Bahkan, aktivitas tersebut disebut-sebut melibatkan jaringan tertentu dengan dalih memiliki izin dari instansi terkait.
Selain itu, kapal bernama Tenggiri 777 yang sebelumnya diduga melakukan pengisian BBM subsidi di pelabuhan tersebut, hingga kini belum terlihat adanya penindakan dari aparat penegak hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut disebut tidak memiliki izin resmi untuk pengisian BBM di Pelabuhan Rakyat Sagulung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ditreskrimsus Polda Kepri belum memberikan keterangan resmi meskipun telah dikonfirmasi oleh awak media. Minimnya informasi dari pihak kepolisian memunculkan berbagai pertanyaan, termasuk apakah penindakan ini akan berhenti pada pelaku lapangan atau berlanjut hingga mengungkap jaringan yang lebih besar.
Kasus penyalahgunaan BBM subsidi sendiri bukanlah hal baru di Batam. Selain merugikan keuangan negara, praktik ini juga berdampak pada distribusi dan ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Awak media akan terus menelusuri perkembangan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya jaringan terorganisir dalam praktik distribusi BBM subsidi ilegal di wilayah Batam.
(Wr/tim)







