Oleh : Tgk Abdullah bin Rusli
SEBUAH bangsa tidak akan hancur hanya karena kekurangan sumber daya alam, tetapi bisa runtuh apabila gagal melahirkan generasi yang berintegritas. Ilmu pengetahuan, keterampilan, jabatan, dan kekuasaan akan menjadi alat kebaikan jika berada di tangan orang-orang yang jujur dan bertakwa. Namun sebaliknya, ketika integritas hilang, kemampuan yang tinggi justru dapat berubah menjadi sarana kezaliman, pengkhianatan, dan kerusakan.
Dalam Islam, akhlak dan amanah merupakan fondasi utama kehidupan. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap amanah, baik sebagai pemimpin, pegawai, guru, pedagang, maupun orang tua, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ketika amanah diabaikan, maka lahirlah berbagai bentuk penyimpangan yang merugikan masyarakat dan bangsa.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kehancuran.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi peringatan bahwa kehancuran suatu bangsa tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia bermula dari hilangnya kejujuran, lunturnya rasa malu, maraknya pengkhianatan, serta munculnya generasi yang lebih mengejar kepentingan pribadi daripada kemaslahatan umat.
Karena itu, tugas membangun generasi berintegritas bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata. Keluarga, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa memiliki peran besar dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan ketakwaan sejak usia dini. Anak-anak harus dididik bukan hanya menjadi orang pintar, tetapi juga menjadi manusia yang memiliki hati nurani dan takut kepada Allah SWT.
Bangsa yang besar lahir dari generasi yang kuat akhlaknya. Ketika integritas menjadi budaya, maka ilmu akan membawa kemajuan, kekuasaan akan melahirkan keadilan, dan profesionalitas akan menghadirkan kesejahteraan. Namun jika integritas diabaikan, maka kecerdasan dan keahlian hanya akan mempercepat kehancuran bangsa itu sendiri.
Semoga Allah SWT membimbing kita untuk menjadi pribadi yang amanah, mendidik generasi yang berakhlak mulia, serta menjaga negeri ini dari segala bentuk pengkhianatan dan kezaliman. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Peureulak, 31 mei 2026
