Indonesia Investigasi
BANDA ACEH – Ajang Taekwondo Aceh Student Championship 2.0 menjadi saksi lahirnya prestasi gemilang dari tim Manusia GI-AR, sebuah tim solid hasil sinergi antara UKM Taekwondo UIN Ar-Raniry dan Dojang legendaris Gi-EXCO. Tim ini tidak hanya berisi atlet, tetapi juga sejarah panjang dan kebersamaan yang diwariskan dari almarhum Sabeumnim Ruslan Ibrahim, kini diteruskan oleh Sabeumnim Muhammad Ramadhanur Halim, S.H.I., bersama jajaran pelatih dan pendamping.
Prestasi UKM Taekwondo UIN Ar-Raniry
UKM Taekwondo UIN Ar-Raniry berhasil meraih 3 emas, 4 perak, dan 9 perunggu.
– Emas: Felisya Ataya Alzalfa, M. Raja Aulia Febriansyah, Ghaisya Ulya
– Perak: Hanif Safaraz Elhalim, Daffa Syakira Ananda, Najwaa Kahla’ Fhadsii, Naura Assyifa & Rivan Darsab
– Perunggu: M. Azril Ar Rizki, Ariqa Fatina, M. Naufal Assad Alqaqa, Inaya Azmi Athifa, Muhammad Ziyaad Rizqullah Fasha, Alfi Al Rizky, Fathul Radhiya, Fahmi Nuzuli, serta tim beregu poomsae putri Azzallia Allikha, Siti Fatimah Azzahra, dan Fatayatul Hanani Safrul
Prestasi Dojang Gi-EXCO
Dojang Gi-EXCO tampil kokoh dengan raihan 4 emas, 6 perak, dan 4 perunggu.
– Emas: Beujroh Rifangga, Alif Hafizh Meutuah, Muhammad Rayyan Abizar Mursal, Muhammad Abizar Ridhallah
– Perak: Mikaila Putri Al Jannah, Zahara Nafisa, Syafiullah Maulana, Bilal, M. Jibril Raefshanjani, M. Hafiz Rifqi
– Perunggu: M. Hafiz Aulia, Ibrana Rifandi, Syafrina Muhariza, Muhammad Yusuf Arda Billy
Rasa hormat dan terima kasih juga disampaikan kepada atlet yang belum berhasil meraih medali, namun tetap menunjukkan semangat juang luar biasa: Risky Saputra dan Abizar Al Ghifary. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bahwa perjuangan tidak hanya diukur dari medali, tetapi dari keberanian untuk bertarung dan memberikan yang terbaik.
Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan tim pendamping yang solid. Sabeumnim Halim memimpin sektor Kyorugi, Sabeumnim Azzallia Allikha, S.Pd. mengawal Poomsae, sementara di arena hadir Harmaini selaku ketua Dojang Gi-EXCO, M. Hafidzh sebagai ketua UKM Taekwondo UIN Ar-Raniry, serta senior-senior berpengalaman seperti Sabeumnim Fajar Haryadi, S.H.I., C.A.C. dan Sabeumnim Toni Chrisdian yang turut menjadi coach.
Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan dan sinergi lintas dojang mampu melahirkan kekuatan besar. Tim Manusia GI-AR telah menunjukkan bahwa semangat juang, disiplin, dan etika adalah fondasi utama dalam membangun prestasi. Ke depan, mereka bertekad untuk terus berlatih, memperkuat solidaritas, dan menatap kejuaraan-kejuaraan berikutnya dengan optimisme.
Manusia GI-AR adalah simbol kebersamaan yang melahirkan juara, dan juara sejati lahir dari perjuangan tanpa henti.
M12H







