Keuchik Terpilih Belum Dilantik, Masyarakat Aceh Timur Pertanyakan Komitmen Pemerintah Daerah

 

Indonesia Investigasi 

ACEH TIMUR — Keresahan masyarakat di sejumlah desa dalam Kabupaten Aceh Timur semakin terasa. Hingga kini, beberapa keuchik terpilih yang telah memenangkan pemilihan desa belum juga dilantik, bahkan ada yang telah menunggu hampir enam bulan tanpa kepastian.senin (18/05/26).

 

Bacaan Lainnya

Ironisnya, di sisi lain terdapat keuchik yang baru saja terpilih namun sudah lebih dahulu bekerja setelah resmi dilantik. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat terkait proses dan kebijakan pemerintah daerah terhadap desa-desa yang hingga kini masih menunggu pelantikan pemimpin definitif mereka.

 

Masyarakat mengaku kecewa karena perjuangan panjang mereka dalam menentukan pemimpin desa seolah belum membuahkan hasil. Harapan untuk melihat keuchik pilihan rakyat segera bekerja menangani persoalan desa pun masih tertunda.

 

“Rakyat sudah memilih dengan harapan desa bisa dipimpin oleh orang terbaik. Tapi sampai sekarang belum juga bekerja karena belum dilantik,” ungkap salah seorang warga.

 

Seorang mantan keuchik yang enggan disebutkan namanya berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dapat mengedepankan persatuan demi pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, seluruh kebijakan seharusnya berfokus pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan politik, kelompok tertentu, maupun kepentingan pribadi.

 

Ia juga berharap pemerintah dapat membangun hubungan yang baik dengan para keuchik dan tokoh desa agar pembangunan daerah berjalan lebih efektif dan kondusif.

 

“Kami berharap Bapak Bupati dapat mengambil inisiatif agar keuchik yang sudah dipercaya masyarakat segera dilantik. Dengan begitu desa akan lebih aman dan masyarakat merasa dihargai karena pilihan mereka diakui,” ujarnya.

 

Selain itu, masyarakat juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak membangun sekat-sekat kelompok yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat maupun internal politik daerah. Mereka mengaku khawatir jika situasi tersebut terus berlanjut, maka konflik sosial dan politik akan semakin melebar.

 

Menurut warga, kondisi saat ini juga dikhawatirkan dapat berdampak terhadap soliditas Partai Aceh di wilayah Aceh Timur.

 

“Jangan sampai perpecahan yang terjadi hari ini membuat masyarakat kehilangan kepercayaan. Kami takut jika terus terjadi kelompok-kelompok, maka partai yang selama ini dibanggakan bisa kehilangan dukungan masyarakat,” kata salah seorang tokoh masyarakat.

 

Sementara itu, salah satu tokoh yang pernah memperjuangkan pembentukan Kabupaten Peureulak Raya juga turut menyampaikan pandangannya. Ia menilai semangat persatuan yang dulu pernah terbangun kini mulai memudar akibat munculnya kelompok-kelompok kepentingan.

 

Menurutnya, pembangunan daerah akan sulit diwujudkan apabila masyarakat dan para pemangku kepentingan tidak bersatu dalam satu tujuan bersama.

 

“Kalau hari ini kita meninggalkan satu orang karena dianggap tidak mendukung, maka ke depan bisa bertambah sepuluh orang lagi yang ikut meninggalkan. Tapi jika semua dirangkul untuk bekerja sama, maka semua akan ikut membantu membangun Aceh Timur menjadi lebih baik,” ujarnya.

 

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian terkait pelantikan para keuchik terpilih agar stabilitas desa tetap terjaga dan roda pemerintahan desa dapat berjalan sebagaimana mestinya.(Tim)

 

Pos terkait