Jelang HUT Ke-81 RI, AM Jumai Ajak Masyarakat Jaga NKRI dan Rawat Papua dalam Semangat Bhinneka Tunggal Ika

 

Indonesia Investigasi 

SEMARANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. H. KRAT AM Jumai, SE., MM., mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta merawat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, khususnya dalam menjaga Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

 

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataan tertulisnya pada Minggu (6/7/2026), AM Jumai menegaskan bahwa Indonesia merupakan rumah besar yang dibangun atas dasar perjuangan, pengorbanan, serta cita-cita luhur para pendiri bangsa. Menurutnya, persatuan Indonesia tidak dibangun atas kesamaan suku, bahasa, maupun budaya, melainkan atas kesadaran bersama untuk hidup dalam satu ikatan kebangsaan.

 

“Indonesia yang berdaulat adalah Indonesia yang mampu menjaga wilayah, martabat, dan keamanan rakyatnya. Indonesia yang adil adalah negara yang menghadirkan pemerataan pembangunan, sedangkan Indonesia yang makmur adalah negara yang kesejahteraannya dirasakan seluruh rakyat, termasuk masyarakat Papua,” ujar AM Jumai.

 

Ia menegaskan bahwa Papua merupakan bagian integral dari NKRI dan memiliki posisi strategis sebagai wilayah terdepan Indonesia di kawasan timur. Selain memiliki kekayaan sumber daya alam, Papua juga memiliki kekayaan budaya, bahasa, seni, adat istiadat, dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.

 

Dalam momentum menjelang HUT RI ke-81, AM Jumai mengingatkan seluruh masyarakat untuk menolak berbagai bentuk provokasi, kekerasan, intimidasi, penyebaran informasi bohong (hoaks), serta narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

 

Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil, aparat keamanan, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, maupun pekerja pembangunan merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan merugikan masa depan Papua.

 

“Membangun dan menjaga NKRI bukan berarti menutup mata terhadap berbagai persoalan yang ada. Justru menjaga NKRI harus diwujudkan melalui pembangunan yang merata, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang mudah diakses, penghormatan terhadap budaya lokal, serta penegakan hukum yang adil,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, dosen Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang tersebut menilai bahwa tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, perempuan, media, dan para pemangku kebijakan memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Mereka diharapkan menjadi jembatan perdamaian, memperkuat semangat nasionalisme, serta mencegah berkembangnya ujaran kebencian dan informasi yang menyesatkan.

 

AM Jumai juga menyampaikan harapannya agar komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, keamanan nasional tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan wilayah, tetapi juga melalui kepastian hukum, pemerataan kesejahteraan, kesempatan kerja, dan rasa keadilan.

 

Mengakhiri pernyataannya, AM Jumai mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus merawat persaudaraan dan memperkokoh persatuan bangsa.

 

“Papua adalah Indonesia, dan Indonesia adalah rumah kita bersama. NKRI harga mati, persatuan adalah kekuatan, dan kemakmuran rakyat adalah tujuan perjuangan kita bersama,” pungkasnya.

 

Haris

Pos terkait