Jejak Peradaban Islam Pertama Asia Tenggara: Silsilah Kesultanan Peureulak, Warisan Agung yang Wajib Dijaga

 

Oleh Tgk Abdullah bin Rusli

 

Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Aceh tidak boleh melupakan akar sejarah yang telah mengangkat negeri ini sebagai pintu masuk cahaya Islam di Asia Tenggara. Salah satu bukti berharga yang masih tersimpan hingga kini adalah silsilah Kesultanan Islam Peureulak yang berada di Desa Bandrong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Bacaan Lainnya

 

Gambar silsilah tersebut bukan sekadar rangkaian nama para sultan dan ulama, tetapi menjadi simbol perjalanan dakwah Islam yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Dari sanalah dapat dipahami bagaimana para pendahulu membangun pemerintahan yang berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah, melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan menjaga syariat.

 

Keberadaan silsilah ini mengingatkan kita bahwa Aceh bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan warisan keilmuan dan peradaban Islam. Oleh sebab itu, menjaga, merawat, dan memperkenalkan sejarah ini kepada generasi muda merupakan bagian dari menjaga amanah para ulama dan para sultan terdahulu.

 

Allah SWT berfirman:

 

“Maka berjalanlah kamu di muka bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang sebelum kamu.” (QS. Ar-Rum: 42)

 

Ayat ini mengajarkan bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik. Bangsa yang menghargai sejarahnya akan memiliki jati diri yang kuat, sedangkan bangsa yang melupakan sejarahnya akan mudah kehilangan arah.

 

Sudah saatnya pemerintah, akademisi, tokoh agama, dan seluruh masyarakat bersinergi untuk menjadikan peninggalan sejarah Kesultanan Peureulak sebagai pusat edukasi, penelitian, dan wisata religi. Dengan demikian, generasi mendatang tidak hanya mengenal nama Kesultanan Peureulak dari buku, tetapi juga memahami nilai perjuangan, dakwah, dan peradaban Islam yang diwariskan oleh para pendahulu.

 

Semoga Allah SWT menjaga warisan Islam di Aceh dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang menghormati sejarah, mengambil hikmah darinya, serta meneruskan perjuangan dakwah dengan ilmu, persatuan, dan akhlak yang mulia. Aamiin.

 

 

Pos terkait