Oleh: Tgk Abdullah bin Rusli
KASUS yang belakangan ini ramai diperbincangkan di Aceh Besar hendaknya tidak hanya menjadi bahan perbincangan atau penghakiman. Lebih dari itu, peristiwa ini seharusnya menjadi cermin bagi kita semua untuk melakukan muhasabah. Jangan sampai kita hanya sibuk mencari siapa yang salah setelah musibah terjadi, sementara sebelum itu kita lalai menjalankan tanggung jawab sebagai sesama muslim.
Tidak sedikit saudara-saudara kita yang hidup dalam serba kekurangan, miskin, terlantar, bahkan tumbuh tanpa bimbingan dan perhatian yang cukup. Mereka membutuhkan uluran tangan, pendidikan, kasih sayang, dan lingkungan yang baik agar memiliki masa depan yang lebih cerah. Namun sering kali kita baru peduli ketika mereka terjerumus ke dalam masalah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa kepedulian kepada sesama bukan sekadar memberi bantuan materi, tetapi juga membimbing, mengingatkan, dan mengajak kepada jalan yang diridhai Allah.
Jika hari ini masih banyak anak-anak fakir miskin, anak yatim, maupun anak-anak yang tumbuh tanpa pengawasan yang memadai, maka sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memperhatikan mereka. Tempat terbaik bagi mereka adalah lingkungan pendidikan yang baik, majelis ilmu, dayah, sekolah, serta keluarga dan masyarakat yang penuh kasih sayang.
Apabila kita terus sibuk dengan urusan masing-masing dan membiarkan generasi muda berjalan tanpa arah, maka bukan tidak mungkin kejadian-kejadian serupa akan kembali terulang di masa yang akan datang. Pencegahan jauh lebih baik daripada penyesalan.
Allah SWT berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Karena itu, marilah kita bersama-sama membangun kepedulian sosial. Mari kita pantau anak-anak kita, baik yang berasal dari keluarga mampu maupun yang hidup dalam kekurangan. Rangkul mereka, bimbing mereka, berikan pendidikan agama dan akhlak, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Semoga peristiwa yang terjadi menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, bukan sekadar berita yang berlalu begitu saja. Mari kita lebih mencintai saudara-saudara kita, sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Dengan kepedulian, kasih sayang, dan kebersamaan, insya Allah kita dapat mencegah lahirnya berbagai persoalan yang tidak kita inginkan di masa mendatang.
Wallahu a’lam bish-shawab.







