Oleh : Tgk Abdullah bin Rusli
DALAM perjalanan hidup ini, manusia sering kali sibuk mengejar sesuatu yang belum tentu menjadi miliknya. Mengejar harta, jabatan, pujian, dan kenikmatan dunia terkadang membuat kita lupa bahwa usia terus berjalan dan waktu tidak pernah kembali.
Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tempat menetap. Apa yang kita kumpulkan akan kita tinggalkan, tetapi amal kebaikan akan menjadi bekal yang menemani kita menuju kehidupan yang kekal.
Allah SWT berfirman:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia…”
(QS. Al-Qasas: 77)
Ayat ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak dilarang menikmati dunia, tetapi jangan sampai dunia membuat kita lupa tujuan akhir penciptaan manusia, yaitu beribadah kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.”
(HR. Bukhari)
Seorang musafir tidak akan membangun rumah megah di tempat persinggahannya, karena ia tahu tujuan akhirnya. Begitulah seharusnya kita memandang dunia, berusaha dan bekerja, namun hati tetap bergantung kepada Allah.
Jangan sampai kita menghabiskan seluruh usia mengejar sesuatu yang belum tentu kita nikmati, sementara bekal akhirat kita abaikan. Karena pada akhirnya bukan seberapa banyak yang kita punya, tetapi seberapa banyak kebaikan yang kita bawa menghadap Allah.
Mari jadikan setiap pekerjaan, perjuangan, dan aktivitas kehidupan sebagai investasi akhirat. Sebab usia yang telah berlalu tidak akan kembali, dan kesempatan untuk beramal tidak selalu datang dua kali.
“Ya Allah, jadikan sisa umur kami lebih baik daripada masa lalu, dan jadikan setiap langkah kami bernilai ibadah di sisi-Mu.”
Aceh Timur, 16 Juni 2026







