DPD Srikandi Rampas 08 Prabowo Subianto Soroti Pembongkaran Jembatan Jeunib–Calok, Desak Bupati Bireuen Beri Penjelasan

 

Indonesia Investigasi 

BIREUEN | 16 Juli 2026 – Ketua DPD Srikandi Rampas 08 Prabowo Kabupaten Bireuen, Nur Adnani, menyoroti pembongkaran jembatan penghubung Jeunib–Calok yang hingga kini belum dibangun kembali.

 

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat yang selama ini bergantung pada akses tersebut untuk beraktivitas.

 

Menurut Nur Adnani, jembatan itu sebelumnya hanya mengalami kemiringan akibat patah salah satu tiang dan tidak sampai putus. Karena itu, ia mempertanyakan keputusan pemerintah membongkar dan memindahkan konstruksi jembatan tersebut.

“Yang menjadi pertanyaan, jembatan itu tidak putus, hanya miring. Mengapa harus dibongkar dan dipindahkan? Sampai hari ini masyarakat tidak mengetahui ke mana jembatan itu dipindahkan. Ini harus dijelaskan secara terbuka,” tegas Nur Adnani.

Foto : Kondisi jembatan miring sebelum dilakukan pembongkaran.(Red)

Ia menilai keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi jalur alternatif masyarakat menuju Keude Jeunib melalui kawasan pesisir. Sejak dibongkar beberapa bulan lalu, warga terpaksa mencari jalur lain yang lebih jauh dan dinilai kurang efisien.

 

DPD Srikandi Rampas 08 Prabowo mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen, khususnya Bupati Bireuen, untuk segera memberikan penjelasan kepada publik terkait alasan pembongkaran, keberadaan material jembatan, serta kepastian pembangunan kembali akses yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami berharap Bupati Bireuen segera mengambil langkah nyata. Jangan biarkan masyarakat terus dirugikan karena putusnya akses transportasi yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga,” lanjutnya.

 

Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar. Mereka menilai jembatan tersebut seharusnya cukup diperbaiki tanpa harus dibongkar seluruhnya.

 

“Kalau hanya miring, kenapa tidak diperbaiki saja? Mengapa harus dibongkar dan dipindahkan? Ada apa sebenarnya? Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan,” ujar seorang warga.

 

Masyarakat kini berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai nasib jembatan tersebut sekaligus mempercepat pembangunan kembali agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga dapat kembali normal.(*)

 

(Tim)

 

Pos terkait