Dosen Fakultas Pertanian Unimal Latih Petani Reuleut Timu Olah Daun Kirinyuh Menjadi Pupuk Organik Cair

 

Indonesia Investigasi 

ACEH UTARA – Dosen Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh (Unimal), melatih petani Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, membuat pupuk organik cair (POC) berbahan dasar daun kirinyuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa lingkungan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dengan Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh” tersebut dilaksanakan pada Jumat (9/10/2026) dan diikuti oleh 15 orang petani setempat.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan sumber daya hayati yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bahan baku pupuk organik cair. Inisiatif ini sekaligus mendorong pemanfaatan bahan organik lokal untuk mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Ketua kelompok pengabdian, Dr. Hafifah, S.P., M.P., yang merupakan dosen Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Unimal, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

 

Menurutnya, daun kirinyuh berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman. Pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar petani diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan usaha tani yang lebih efisien dan berkelanjutan.

 

“Melalui pelatihan ini, kami berharap petani tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang teknologi pembuatan pupuk organik cair, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri sesuai dengan kebutuhan usaha tani masing-masing,” ujarnya.

 

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang petani, Hasan Husen, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru tentang pemanfaatan daun kirinyuh yang selama ini tumbuh di lingkungan sekitar.

 

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani. Kami mendapatkan pengetahuan tentang cara memanfaatkan daun kirinyuh menjadi pupuk organik cair. Kami berharap teknologi ini dapat kami praktikkan di lahan pertanian sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan membantu menekan biaya usaha tani,” kata Hasan Husen.

 

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah dosen Fakultas Pertanian Unimal, yaitu Prof. Dr. Laila Nazirah, S.P., M.P., Dr. Ismadi, S.P., M.Si., Dr. Nasruddin, S.P., M.Si., dan Faisal, S.P., M.Si. Selain itu, dua mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Muhammad Farhan Lubis dan Fadhlan Haiba, turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan.

 

Keterlibatan dosen dan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada petani lainnya. Pemanfaatan daun kirinyuh sebagai bahan baku pupuk organik cair diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di Desa Reuleut Timu, Kabupaten Aceh Utara.

(Red)

Pos terkait