Dipastikan Bimo Pimpin KBPP Polri 2026-2031, Nama Mantu Hasyim Djojohadikusumo Digadang Bendahara Umum

 

Indonesia Investigasi 

JAKARTA – Setelah sempat ditunda oleh Steering comite Munas ke 6 KBPP Polri yang berlangsung di Hotel Luwangsa, 16 Mei 2026, akhirnya Munas dilanjutkan di Mabes Polri pada tanggal 20 sampai 21 Mei 2026.

 

Bacaan Lainnya

Dalam Surat Kakorbinmas Mabes Polri Irjen Pol. Mardiyono Tanggal 19 Mei 2026 No B/211/OPS.4.5/2026/Korbinmas tentang Konsolidasi KBPP Polri ditujukan kepada para Kapolda se Indonesia.

 

“Bersama ini disampaikan PLT Ketua umum akan melaksanakan konsolidasi adapun tujuan konsolidasi adalah mengevaluasi pelaksanaan program kerja menetapkan arah kebijakan dan program kerja organisasi 5 ( lima) tahun kedepan, dan memilih serta menetapkan ketua umum KBPP Polri periode tahun 2026- 2031 Polri sebagai Pembina KBPP Polri diharapkan dapat bersinergi dan mendukung terlaksana kegiatan tersebut.

 

Selain itu kepada Pembina ( para Kapolda , red) memerintahkan para ketua Pengurus Daerah KBPP Polri untuk hadir dalam kegiatan konsolidasi KBPP Polri.

 

Disebut bahwa Ketum sebelumnya Evita Nursanty legowo tidak akan mencalonkan diri namun Bimo yang akan mencalonkan diri, sehingga sudah dapat ditebak AH Bimo bakal menahkodai KBPP Polri 2026 – 2031 .

 

Sementara beberapa Pimpinan KBPP Polri di beberapa daerah sudah sepakat untuk Bimo memimpin KBPP Polri, namun mereka berharap nama anggota DPR Fraksi Gerindra Harwendro Aditya Dewanto istri Saras Djojohadikusumo yang juga mantu Hasyim Djoyohadikusumo dapat menduduki jabatan sebagai Bendahara di kepengurusan PP KBPP Polri yang di pimpin Bimo.

 

“Kami berharap Mas Bimo menempatkan mas Didit atau Harwendro Aditya Dewanto juga sebagai Ketua Umum Eksportir Timah Indonesia dapat duduk di posisi Bendahara, kami yakin bapak pembina ( Kapolri,red) tidak menolak Mas Didit duduk di kabinet Ketua Bimo,” ujar Ketua PD KBPP Polri yang enggan disebutkan namanya.

 

Hendrik

Pos terkait