Indonesia-Unvestigasi.com
GUNUNGSITOLI – Lambatnya Pembangunan Jembatan Idano Moawo yang berada di Desa Moawo, Tepatnya di Wilayah Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Picu Inflasi disejumlah Daerah. Gubernur Sumatera Utara diminta turun tangan. Jumat, 30 Oktober 2026.
Kabarnya pembangunan ini terkesan dipaksakan karena jembatan alternatif yang direncanakan tidak bisa diwujudkan, sehingga arus lalu lintas antrian dan muatan roda Empat (4) dan roda Enam (6) Mobil Truk Ekspedisi tak bisa melewati jembatan yang sedang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Itu dengan Pekerjaan Penggantian Lantai Jembatan dan Balok Girder Idano Moawo Pada Jalan Provinsi Ruas Gunungsitoli-Afia (25 Meter) di Kota Gunungsitoli (PHTC-5A), Dengan Nomor Kontrak : 620/08/SP/UPTD-BMCK/GST/VII/2026, dengan nilai kontrak Rp.4.399.437.152,00; ( Empat Milyar Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Sembilan Juta Empat Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Seratus Lima Puluh Dua Rupiah) dari anggaran APBD Provinsi Sumatera Utara pada Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya T.A 2026 sebagai penyedia jasa CV. SURYA SEJAHTERA PERKASA.
Sayangnya Kadis PUPR Provinsi Sumatera Utara tidak melakukan pengawasan secara insentif padahal sejumlah masyarakat pengguna jalan raya yang sering melewati jembatan Idano Moawo, saat ini mengeluh, menyampaikan kepada salah satu awak media bahwa sering terjadi kemacetan.
“Tambah masyarakat saya mengalami keterlambatan mengantarkan anak sekolah setiap pagi karena antrian begitu lama disepanjang jalan tersebut yang melewati Jembatan Idano Moawo, apalagi hari Senin sangat kewalahan karena kemacetan yang begitu padat. Saya berharap kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara untuk memikirkan persoalan ini, karena hal ini sangat menganggu kenyamanan kami menggunakan jalan raya yang disediakan oleh Pemerintah”, Terang kepada awak media dengan nada penuh kesal.
Kemudian kami masyarakat yang arahnya melewati Jembatan Idano Moawo adanya pengaruh kenaikan bahan pokok (Pangan) karena Truk Ekspedisi tidak masuk di Daerah kami karena pembatasan muatan yang diterapkan sejak dimulai Pembangunan Jembatan Idano Moawo dan Jembatan tersebut satu-satunya akses penghubung untuk ke Daerah kami.
Hingga berita ini diterbitkan, Pembangunan Jembatan Idano Moawo masih berlangsung dan pembatasan muatan kendaraan masih diberlakukan. Warga berharap Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Provinsi Sumatera Utara meningkatkan pengawasan agar proyek dapat selesai tepat waktu.
(FZ)







