Indonesiainvestigasi.com
Labuhanbatu – Sumatra Utara – Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Siborangan, Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatra Utara, kembali menjadi sorotan publik. Seorang pria muda yang dikenal dengan nama Boby disebut-sebut oleh sejumlah warga diduga sebagai bandar narkoba skala besar yang hingga kini masih bebas menjalankan aktivitasnya tanpa hambatan berarti.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai, aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut terkesan berjalan mulus tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum, baik dari unsur kepolisian maupun aparat lainnya.
Diduga Kendalikan Peredaran Sabu Skala Besar.
Menurut informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, Boby diduga mengendalikan peredaran sabu di kawasan Siborangan dengan skala yang cukup besar. Aktivitas tersebut disebut-sebut berlangsung secara terbuka dan telah lama menjadi rahasia umum di kalangan warga.
Salah seorang warga berinisial Rah, yang ditemui tidak jauh dari lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas peredaran, menyampaikan bahwa nama Boby sudah cukup dikenal luas di wilayah tersebut.
“Kalau di sini bang, nama si Boby itu sudah cukup dikenal. Putaran sabu yang dia kendalikan besar kali itu bang. Jadi mungkin itu juga yang membuat dia terkesan tidak tersentuh hukum,” ujar Rah kepada tim investigasi, Kamis (28/3/2026).
Rah juga menyebutkan bahwa sosok Boby dikenal sebagai pria muda yang memiliki gaya hidup mencolok dan kerap terlihat menggunakan kendaraan pribadi.
“Orangnya masih muda bang. Katanya dia sering bawa mobil Honda Jazz. Bahkan info yang kami dengar, dia juga sering dugem ke Rantau sana,” tambahnya.
Omzet Diduga Capai Puluhan Hingga Ratusan Juta Rupiah.
Berdasarkan penuturan sejumlah warga lainnya, bisnis haram yang diduga dijalankan Boby disebut-sebut mampu menghasilkan omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah dalam kurun waktu tertentu.
Hal tersebut dinilai tidak mungkin terjadi tanpa adanya jaringan yang kuat serta sistem distribusi yang terorganisir.
Warga menilai, besarnya perputaran uang dalam bisnis ilegal tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum. Terlebih lagi, peredaran narkotika telah terbukti merusak generasi muda dan mengancam masa depan masyarakat di wilayah tersebut.
Diduga Kebal Hukum, Publik Soroti Aparat.
Yang menjadi sorotan tajam masyarakat adalah dugaan bahwa aktivitas peredaran sabu yang dikendalikan Boby berjalan tanpa hambatan berarti. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kinerja aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Labuhanbatu.
Sejumlah warga menilai, jika peredaran narkoba tersebut benar terjadi secara masif, maka seharusnya aparat dari berbagai institusi seperti Polres Labuhanbatu, Kodim 0209/LB, dan Subdenpom I/1-2 Rantau Prapat dapat mengambil langkah tegas dan cepat.
Namun hingga kini, menurut warga, belum terlihat tindakan signifikan yang mampu menghentikan dugaan aktivitas peredaran tersebut.
Kondisi ini menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, bahkan muncul dugaan liar bahwa pelaku merasa percaya diri dan tidak takut terhadap aparat penegak hukum.
Bertolak Belakang Dengan Instruksi Pimpinan Polri.
Situasi yang berkembang di wilayah Bilah Hulu dinilai bertolak belakang dengan komitmen pimpinan Kepolisian Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya pemberantasan narkoba di seluruh wilayah hukum Indonesia.
Kapolri sebelumnya telah menegaskan bahwa perang terhadap narkoba merupakan prioritas utama dan seluruh jajaran diminta bertindak tegas terhadap pelaku peredaran narkotika tanpa pandang bulu. Namun di lapangan, masyarakat melihat adanya kesenjangan antara pernyataan tegas tersebut dengan realita yang terjadi di wilayah mereka.
Ancaman Nyata Bagi Generasi Muda.
Peredaran narkotika jenis sabu bukan hanya menjadi masalah hukum semata, tetapi juga ancaman serius bagi keberlangsungan generasi muda. Warga khawatir jika aktivitas tersebut terus dibiarkan, maka akan semakin banyak anak-anak muda yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Beberapa orang tua di wilayah tersebut mengaku resah karena khawatir anak-anak mereka menjadi sasaran jaringan peredaran narkotika.
“Kalau ini terus dibiarkan, generasi muda bisa hancur bang. Kami takut anak-anak kami ikut terpengaruh,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Desakan Publik Untuk Penindakan Tegas.
Melihat kondisi yang semakin meresahkan, masyarakat berharap agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan secara serius dan transparan terhadap dugaan peredaran narkoba di wilayah Siborangan, Desa Tanjung Siram.
Publik juga meminta agar tidak ada perlindungan terhadap siapapun yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika.
Masyarakat berharap aparat dari berbagai unsur, termasuk kepolisian dan instansi terkait lainnya, dapat melakukan langkah-langkah konkret seperti:
– Penyelidikan mendalam terhadap dugaan jaringan peredaran.
– Penindakan tegas terhadap pelaku tanpa pandang bulu.
– Pengawasan ketat di wilayah yang diduga menjadi pusat transaksi.
– Transparansi kepada publik mengenai hasil penindakan.
– Harapan Akan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu.
Kasus dugaan peredaran sabu yang melibatkan sosok Boby di wilayah Bilah Hulu menjadi ujian nyata bagi integritas aparat penegak hukum di Kabupaten Labuhanbatu.
Masyarakat berharap agar hukum dapat ditegakkan secara adil dan transparan, tanpa adanya intervensi maupun perlindungan terhadap pelaku kejahatan narkotika.
Jika dugaan tersebut benar adanya, maka tindakan tegas dan cepat sangat diperlukan demi menjaga keamanan wilayah serta menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Publik kini menanti langkah nyata aparat penegak hukum untuk membuktikan komitmen mereka dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.
Penulis : Chairul Ritonga
