Indonesia Investigasi
ACEH UTARA – Upaya pencegahan perbuatan melawan hukum terus digaungkan di tengah masyarakat. Kali ini, Advokat muda Riki Iswandi mengajak para pemuda dan pemudi untuk membiasakan diri melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid sebagai langkah nyata membangun karakter dan menjauhkan diri dari tindakan kriminal.
Menurut Riki Iswandi, maraknya berbagai bentuk kenakalan remaja hingga tindak pidana tidak bisa dilepaskan dari lemahnya kontrol diri dan minimnya pembinaan spiritual. Oleh karena itu, ia menilai pendekatan keagamaan menjadi salah satu solusi yang efektif.(21/4/2026).
“Dengan membiasakan Subuh ke masjid, pemuda tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Ini menjadi benteng utama agar tidak terjerumus dalam perbuatan melawan hukum,” ujarnya.
Ia menegaskan, gerakan ini bukan sekadar ajakan ibadah semata, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan dini terhadap berbagai potensi kejahatan yang kerap melibatkan generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga tindakan kriminal lainnya.
Riki juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh agama, hingga aparatur desa, untuk turut berperan aktif dalam mendorong pemuda meramaikan masjid, khususnya pada waktu Subuh.
“Jika pemuda kita dekat dengan masjid, maka lingkungan akan lebih aman, damai, dan terhindar dari berbagai tindakan negatif,” tambahnya.
Ia berharap, ajakan ini dapat menjadi gerakan bersama di Aceh Utara, sehingga tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.(Red)







