Indonesiainvestigasi.com
Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara – Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kelurahan Aek Kota Batu, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Aktivitas transaksi yang disebut-sebut dikendalikan seorang pria berinisial Redo alias Rido diduga berlangsung terang-terangan dan semakin meresahkan warga sekitar.
Ironisnya, aktivitas yang diduga sebagai bisnis haram tersebut disebut-sebut berjalan layaknya “pajak jual ikan” yang ramai dikunjungi pembeli hampir setiap hari. Warga menilai kondisi itu telah menciptakan keresahan sosial yang serius di tengah lingkungan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber pada Kamis, 09 Mei 2026, transaksi narkoba jenis sabu diduga dilakukan melalui beberapa titik lokasi yang dijadikan tempat keluar masuk para pembeli. Situasi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya tindakan tegas yang benar-benar membuat jaringan itu berhenti beroperasi.
Seorang pria berinisial NAN (40), warga Aek Kota Batu, mengaku aktivitas yang diduga dikendalikan Rido masih berjalan lancar hingga saat ini. Dengan nada terburu-buru sambil mengendarai sepeda motor, pria tersebut menyebut bahwa lokasi transaksi masih ramai didatangi pembeli.
“Sampai saat ini aman saja kok bang bisnisnya bos Rido itu. Bahkan tadi kawan ku baru belanja ke titik nya bos Rido,” ucap NAN, Kamis (09/05/2026).
Pernyataan itu semakin memperkuat dugaan masyarakat bahwa aktivitas peredaran sabu di wilayah tersebut berlangsung secara terbuka dan seolah tidak tersentuh hukum.
Tak hanya kalangan pria, keresahan juga datang dari kaum ibu-ibu di sekitar lokasi yang mengaku sudah sangat terganggu dengan kondisi kampung mereka. Mereka menilai lalu lalang orang yang keluar masuk lokasi diduga tempat transaksi narkoba sudah terlalu mencolok dan memprihatinkan.
“Sungguh luar biasa kampung kami ini. Pas lah macam pajak ikan yang kami lihat di situ. Setiap hari ramai dan keluar masuk orang,” ungkap seorang wanita separuh baya dengan nada kecewa, Kamis (09/05/2026).
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin aktivitas yang disebut-sebut telah lama berjalan itu bisa terus berlangsung tanpa adanya tindakan hukum yang mampu menghentikannya secara permanen?
Informasi yang berkembang di tengah warga menyebutkan bahwa bisnis haram yang diduga dikendalikan Redo alias Rido memiliki perputaran uang yang cukup besar. Dugaan itu muncul karena aktivitas transaksi disebut berlangsung hampir setiap hari dengan jumlah pembeli yang terus berdatangan.
Situasi ini pun memicu berbagai asumsi negatif di tengah publik terhadap aparat penegak hukum. Sebagian masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas penindakan terhadap peredaran narkoba di wilayah hukum tersebut. Bahkan, tidak sedikit warga yang menilai bahwa keberadaan jaringan narkoba itu seolah sudah sangat nyaman menjalankan aktivitasnya.
Padahal, peredaran narkotika bukan hanya merusak moral generasi muda, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keamanan lingkungan. Warga mengaku takut anak-anak mereka terpapar pengaruh narkoba akibat kondisi lingkungan yang dinilai semakin tidak sehat.
Keresahan masyarakat Aek Kota Batu kini memuncak. Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya Polsek Kota Batu dan Satnarkoba Polres Labuhanbatu, segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam serta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Masyarakat menilai penangkapan terhadap sosok yang diduga menjadi pengendali utama sangat penting dilakukan demi memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah tersebut.
“Yang kami mau cuma kampung kami aman kembali. Jangan sampai narkoba makin merajalela dan merusak anak-anak kami,” ungkap salah seorang warga lainnya dengan nada penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Kota Batu maupun Satnarkoba Polres Labuhanbatu terkait dugaan aktivitas peredaran sabu yang disebut-sebut dikendalikan Redo alias Rido tersebut.
Warga kini menunggu langkah nyata aparat penegak hukum untuk membuktikan keseriusan dalam memberantas narkoba, khususnya di wilayah Kelurahan Aek Kota Batu yang belakangan disebut-sebut semakin darurat peredaran sabu.
Penulis : Chairul Ritonga/Red







