Indonesia Investigasi
MEULABOH – Penerapan pengaturan jam layanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Barat mulai menunjukkan hasil positif. Antrean kendaraan yang sebelumnya kerap mengganggu kelancaran lalu lintas pada pagi hingga siang hari kini berangsur terurai.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Barat, Erdian Mourny, mengatakan kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya terdampak antrean kendaraan kini semakin kondusif, terutama pada jam-jam sibuk.
Ruas jalan yang mengalami perbaikan kondisi lalu lintas tersebut meliputi Jalan Manekroo, Jalan Iskandar Muda, Jalan Imam Bonjol di Desa Suak Raya, serta Jalan Nasional di Desa Pasi Pinang.
“Pada pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB, saat arus lalu lintas cukup padat, kini tidak terlihat lagi antrean kendaraan seperti sebelumnya. Kondisi serupa juga terjadi pada pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB, terutama saat jam pulang sekolah,” ujar Erdian, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, pengendalian antrean kendaraan yang dilakukan melalui penerapan kebijakan tersebut mulai memberikan dampak terhadap kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas transportasi di Kota Meulaboh.
Ia menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari agenda Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dishub yang dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, TNI, Pertamina, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para pengelola SPBU.
Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi gangguan lalu lintas akibat antrean kendaraan pengisi BBM bersubsidi, sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk.
Erdian menegaskan, pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut akan terus dilakukan bersama unsur terkait, terutama setelah diterbitkannya surat edaran dan dilaksanakannya sosialisasi kepada masyarakat.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendaraan yang parkir di sejumlah ruas jalan pada siang hari. Namun, jumlahnya dinilai telah berkurang secara signifikan dibandingkan sebelum kebijakan pengaturan jam layanan diberlakukan.
“Memang masih ditemukan kendaraan yang diparkirkan di ruas jalan tersebut pada siang hari, tetapi jumlahnya sudah jauh berkurang. Khususnya di Jalan Manekroo, tepatnya di depan MTsN dan SD 25, kondisi lalu lintas saat jam pulang sekolah kini jauh lebih aman,” katanya.
Melalui penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap kondisi lalu lintas di sejumlah titik rawan antrean BBM dapat terus terjaga. Upaya ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan jalan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan di Kabupaten Aceh Barat.
Nobi







