Indonesiainvestigasi.com
Labuhanbatu – Sumatera Utara.21 Januari 2026. Jeritan keresahan kembali menggema dari lingkungan Kampung Jawa, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Masyarakat setempat secara tegas dan terbuka meminta Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Labuhanbatu untuk segera memburu dan menangkap sepasang remaja kembar bersaudara yang diduga kuat sebagai bandar narkoba jenis sabu yang selama ini merusak sendi-sendi kehidupan sosial warga.
Di tengah upaya pemerintah dan aparat penegak hukum memerangi narkoba, keberadaan terduga bandar sabu tersebut dinilai menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda di wilayah itu. Warga menyebut, aktivitas peredaran sabu yang diduga dikendalikan oleh “si kembar” telah menjadikan Kampung Jawa sebagai salah satu titik rawan peredaran narkotika.
“Kami hanya bisa berharap, Bang, agar pihak Polres bisa menangkap si kembar itu. Jangan tunggu lama-lama lagi,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa namun penuh harap. Menurutnya, dampak sabu bukan hanya menghancurkan fisik, tetapi juga merusak mental dan moral para pemuda.
Sabu Disebut Hancurkan Akal Sehat Generasi Muda.
Warga menilai narkoba jenis sabu sebagai “mesin penghancur generasi”. Efek ketergantungan yang ditimbulkan membuat banyak anak muda kehilangan arah hidup, bahkan nekat melakukan tindak kriminal demi mendapatkan barang haram tersebut.
“Bukan apa-apa, Bang. Sabu ini bikin hancur otak orang serta rusak pikira. akhirnya mencuri-curi hanya untuk beli sabu,” kata warga lainnya. Kondisi ini, menurut mereka, telah menimbulkan rasa tidak aman dan ketakutan di tengah masyarakat, khususnya bagi para orang tua yang khawatir anak-anak mereka terjerumus dalam lingkaran hitam narkoba.
Aktivitas terduga bandar yang disebut-sebut masih leluasa beroperasi semakin memperparah situasi. Warga menilai, jika tidak segera ditindak, peredaran sabu akan semakin menggurita dan sulit diberantas.
Desakan Keras kepada Satnarkoba Polres Labuhanbatu.
Dalam pernyataan kolektifnya, masyarakat Kampung Jawa secara khusus menaruh harapan besar kepada Satnarkoba Polres Labuhanbatu agar bertindak cepat, tegas, dan tanpa kompromi.
Mereka meminta aparat tidak menunggu waktu lama, melainkan segera melakukan penyelidikan mendalam dan penangkapan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Kami mohon kepada Satnarkoba Polres Labuhanbatu, jangan biarkan kami hidup dalam ketakutan. Kami butuh rasa aman dan tentram,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Warga menilai langkah cepat aparat akan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya dari bahaya narkoba. Selain itu, penindakan tegas diyakini dapat memutus mata rantai peredaran sabu di wilayah Kampung Jawa dan sekitarnya.
Harapan Akan Lingkungan yang Aman dan Tentram.
Masyarakat Kampung Jawa menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan apa pun selain lingkungan yang aman, bersih dari narkoba, dan kondusif untuk kehidupan sosial. Mereka berharap, dengan ditangkapnya para pelaku yang diduga sebagai bandar sabu, masa depan generasi muda dapat diselamatkan dari kehancuran.
“Kami sangat berharap kepada Polres Labuhanbatu, khususnya Satnarkoba, agar bisa memberi rasa nyaman dan tentram bagi kami semua,” tutup pernyataan warga.
Kini, sorotan publik tertuju pada langkah yang akan diambil aparat penegak hukum. Masyarakat menanti tindakan nyata, bukan sekadar janji, demi menyelamatkan Kampung Jawa dari ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan.
Penulis : Chairul Ritonga







