Subulussalam, Indonesiainvestigasi – Curah hujan ekstrem sejak Rabu (27/11/2025) memicu banjir dan longsor di lima kecamatan di Kota Subulussalam. Data resmi BPBD Kota Subulussalam Update 28 November 2025 pukul 19.30 WIB mencatat 2.022 kepala keluarga (KK) atau 8.959 jiwa terdampak, dengan 496 KK mengungsi, 1 warga hilang, serta 2 rumah rusak berat.(29/11/2025).
Wilayah paling parah meliputi Kecamatan Sultan Daulat, terutama Kampong Jabi-Jabi, Sigrun, dan Suka Maju. Desa Jabi-Jabi juga melaporkan satu bangunan sekolah dasar mengalami rusak berat.
Empat Rumah Hanyut di Suka Maju. Di Desa Suka Maju, air datang tiba-tiba seperti gelombang besar. Kepala Desa Baharuddin membenarkan empat rumah hanyut, yaitu milik: 1. Julkifli – Dusun Aman, 2. Luxman – Dusun Bahagia, 3. Marliati, 4. Bahagia.
“Air naik tiba-tiba menghantam rumah warga. Saat itu warga hanya fokus menyelamatkan diri,” jelas Baharuddin.
Kerusakan dan kerugian juga dilaporkan di Rawasakti, Alur Saring, Siperkas, Sibuasan, dan Muara Batu-Batu. Sejumlah wilayah masih menunggu akses jalan surut sebelum dapat melakukan evakuasi lanjutan.
Walikota HRB & Kepala BPBD Tinjau Lokasi Banjir Hingga Malam Hari
Menanggapi situasi darurat, Walikota H. Rasyid Bancin (HRB) bersama Kepala BPBD H. Ramdhan, ST., MM., Kepala Kesbangpol Khairunnas, SE, dan Camat Sultan Daulat Samsir Najir, SE, turun langsung meninjau lokasi terdampak hingga malam hari. Setelah adanya status dari Pak Walikota, sejak itulah BPBD melaksanakan penanganan Bencana dan seluruh StakeHolder terkait. Kata Ramadhan.
Walikota HRB menyapa para pengungsi, memastikan keamanan mereka, sekaligus menanyakan kebutuhan mendesak. “Keselamatan warga adalah prioritas. Semua proses pendataan, bantuan, dan evakuasi harus dipercepat,” tegas HRB.
BPBD juga telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk evakuasi, pemetaan kerusakan, dan memastikan jalur-jalur terisolir dapat diakses.
HRB & BPBD Tegaskan Status Bencana Sudah Ditetapkan Sejak Awal
Atas dasar peningkatan risiko dan laporan kondisi lapangan, Walikota HRB telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Walikota tertanggal 26 November 2025.
Kepala BPBD H. Ramdhan memastikan bahwa klaim tentang lambatnya bantuan sama sekali tidak benar.
“Begitu SK Walikota keluar, seluruh penanggulangan dibiayai dan ditanggulangi pemerintah. Kendala yang muncul hanya teknis lapangan, seperti jalan putus atau akses yang harus ditempuh melalui sungai,” jelas Ramdhan.
Ia menambahkan, akses ke Sultan Daulat kini sudah dapat dilalui, sehingga distribusi ke Desa Suak Jampak dan titik lain semakin lancar.
Bantuan Beras Bulog Mulai Disalurkan. Di lapangan, jajaran Pemko, BPBD, aparat keamanan, dan relawan terlihat menyiapkan tumpukan beras Bulog 50 kg untuk didistribusikan kepada warga terdampak dan pengungsi. Logistik diprioritaskan bagi: lansia, anak-anak, keluarga yang rumahnya hanyut warga di titik yang aksesnya masih terbatas.
Walikota HRB menekankan bahwa bantuan harus tepat sasaran dan sampai dengan cepat. Kebutuhan Mendesak Warga. Ribuan warga kini membutuhkan bantuan darurat berupa: makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, pakaian layak pakai, selimut, Tenda dan hunian sementara.
Pemko juga mengimbau warga waspada terhadap potensi banjir susulan. Dinas Kesehatan Pastikan Stok Obat Aman, Layanan Medis Siaga 24 Jam. Dinas Kesehatan Kota Subulussalam memastikan stok obat-obatan aman, cukup, dan siap didistribusikan.
Kepala Dinas Kesehatan, Munawaroh, S.Si., Apt., M.Kes, menegaskan bahwa seluruh Kepala Puskesmas telah menggerakkan Bidan Desa (Bindes) dan Tenaga Kesehatan untuk memberikan layanan medis cepat. “Saya sudah instruksikan semua Bindes dan Nakes untuk turun langsung memberikan layanan kepada warga terdampak,” ujarnya.
Posko Kesehatan di Longkib. Puskesmas Longkib membuka posko kesehatan di Kampong Darul Aman, tempat ratusan warga mengungsi setelah dievakuasi TNI–Polri.
Tantangan Lapangan adalah : 1. Akses ke beberapa titik masih terputus, 2. Sinyal komunikasi hilang di sejumlah desa, 3. Distribusi obat harus menggunakan kendaraan khusus TNI/Babinsa. Meski demikian, seluruh tenaga medis standby penuh hingga situasi kembali normal.
DATA LENGKAP BENCANA (Update 28 November 2025 – 19.30 WIB)
BPBD Kota Subulussalam: 1. Total terdampak: 2.022 KK / 8.959 jiwa, 2. Pengungsi: 496 KK / 1.706 jiwa, 3. Korban hilang: 1 orang, 3. Korban meninggal: belum terdata, 4. Rumah rusak berat: 2 unit, 5. Lahan rusak: 7 hektare, 6. Titik terparah: Suka Maju, Jabi-Jabi, Sigrun, Longkib. Pemerintah Kota Pastikan Respons Cepat & Terkoordinasi
Walikota HRB memastikan bahwa seluruh proses penanganan bencana dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi, mulai dari evakuasi, pendataan, distribusi logistik, hingga pemulihan kesehatan. Pendataan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan jenis bantuan sesuai kebutuhan lapangan.
Pemko juga membuka akses bagi donatur, relawan, dan organisasi sosial untuk menyalurkan bantuan melalui posko resmi pemerintah.
Dilaporkan oleh: Anton Stepen tin
Data terus diperbarui sesuai laporan BPBD & Dinas Kesehatan.
Jusmadi







