Indonesia Investigasi
BIREUEN – Situasi darurat kesehatan melanda Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, setelah ratusan anak tingkat TK, SD hingga SMP dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal usai mengonsumsi MBG. Lonjakan pasien membuat sejumlah fasilitas kesehatan kewalahan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ratusan pelajar tingkat TK, SD hingga SMP di Kecamatan Simpang Mamplam mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi MBG. Kondisi tersebut membuat sejumlah Puskesmas di beberapa kecamatan kewalahan.
Puskesmas Simpang Mamplam, Samalanga, Pandrah hingga Jeunib dilaporkan penuh oleh pasien dengan keluhan mual, muntah, dan lemas. Tenaga kesehatan bekerja tanpa henti menangani anak-anak yang datang silih berganti. Karena kapasitas tak lagi mencukupi, sebagian pasien akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Di tengah kondisi genting tersebut, Wakil Ketua II DPRK Bireuen, Muslem Abdullah, turun langsung ke lapangan. Pada Jumat (27/2/2026), sekitar pukul 02.00 WIB, ia mengawal dan mendampingi pengantaran dua balita asal Desa Meunasah Tambu ke rumah sakit Umum dr. Fauziah Bireuen.
Balita tersebut bersama seorang anak TK dari desa yang sama sebelumnya sempat dibawa ke puskesmas. Namun karena kondisi penuh, keduanya harus dirujuk. Orang tua korban menyebut anak mereka hanya mengonsumsi susu dan bakso saat magrib sebelum mulai muntah hebat sekitar pukul 22.00 WIB.
“Setelah anak saya makan bakso saat kami buka puasa di rumah, sekitar jam 10 malam sudah mulai muntah-muntah,” ujar salah satu orang tua dengan wajah cemas.
Selain itu, lima pasien lain juga dibawa menggunakan ambulans TNI, sementara dua anak sebelumnya telah lebih dulu dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen.
Muslem Abdullah, legislator dari Dapil Samalanga Fraksi Partai Aceh, menyatakan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.
“Kita sangat prihatin atas kejadian ini. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh pasien, terutama anak-anak, mendapatkan penanganan medis terbaik dan cepat,” ujarnya
Terkait dugaan penyebab keracunan serta sistem penyediaan MBG di Simpang Mamplam, ia meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh tanpa membangun spekulasi liar.
“Kita tidak ingin berspekulasi. Namun pengawasan harus diperketat dan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap sistem penyediaan makanan. Jika ada kekurangan atau kelalaian, tentu harus segera diperbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Langkah cepat dilakukan Muslem Abdullah di tengah malam menjadi bukti bahwa kehadiran wakil rakyat bukan hanya di ruang rapat, tetapi juga di lorong-lorong rumah sakit saat masyarakat membutuhkan. Kepedulian dan respons cepat ini mendapat apresiasi dari keluarga pasien yang merasa tidak sendiri saat menghadapi situasi darurat tersebut.
( Fadjar )








