Indonesia Investigasi
PEKALONGAN – Indonesia investigasi.com – Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Pekalongan sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir limpas Sungai Bremi dan genangan di sejumlah wilayah, Sabtu (17/1/2026). Kondisi tersebut berdampak pada permukiman warga, fasilitas umum, serta memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan bahwa hujan dengan durasi cukup lama membuat daerah cekung tergenang, drainase penuh, serta Sungai Bremi di sisi barat kota meluap, khususnya di wilayah Tirto.
“Intensitas hujan yang tinggi semalam mengakibatkan limpasan Sungai Bremi dan genangan di sejumlah ruas jalan serta permukiman warga,” kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu Pagi.
Berdasarkan data BPBD per pukul 09.00 WIB, ketinggian genangan bervariasi antara 10 sentimeter hingga 1 meter. Genangan terjadi di antaranya di Jalan Progo, Jalan Kurinci, Jalan Majapahit, Jalan Slamet, Jalan Cempaka, Jalan Truntum, Jalan Teratai, Jalan Semarang, Jalan Surabaya, Jalan Abdullah R, Jalan Blimbing, Jalan Merak, Jalan Patriot, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Pramuka, Jalan Jlamprang, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Jalan Patiunus, wilayah Sampangan, Pabean, Kalibaros, serta Kampung Baru Tirto yang tercatat memiliki genangan tertinggi hingga 100 sentimeter.
BPBD mencatat, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh kombinasi fenomena atmosfer global seperti La Nina lemah dan Monsun Asia, yang diperkuat fase bulan baru, sehingga meningkatkan potensi curah hujan dan angin kencang di wilayah Jawa Tengah hingga awal Februari 2026.
Dalam penanganan darurat, BPBD Kota Pekalongan telah melakukan monitoring dan patroli kesiapsiagaan, evakuasi warga terdampak, asesmen dampak kebencanaan, pendataan kebutuhan logistik, serta mengaktifkan posko siaga bencana. Koordinasi juga dilakukan dengan TNI, Polri, OPD terkait, dan unsur relawan kebencanaan.
“Seluruh unsur kami libatkan untuk memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi,” ujarnya.
Hingga Sabtu pukul 10.45 WIB, tercatat ratusan warga mengungsi di sejumlah lokasi, di antaranya Aula Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 400 orang, Masjid Alkaromah Tirto sekitar 170 orang, Mushola Al Ikhsan Sidomulyo sekitar 80 orang, serta beberapa mushola dan sekolah di wilayah Tirto dan Bendan. Para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan obat-obatan, balsem, minyak kayu putih, salep, selimut, serta pampers dewasa dan anak.
“kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat kebencanaan di lingkungan masing-masing.” Pungkasnya.
( Ari )







