‎Tiga Bulan di Tenda, HRD Konsisten Dampingi Warga Salah Sirong ‎

 

Indonesia Investigasi 

BIREUEN — Tiga bulan pascabanjir, puluhan kepala keluarga di Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, masih bertahan di tenda pengungsian. Di tengah kondisi itu, Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), kembali hadir menyapa warga dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama, Selasa 3/3/2026, di halaman meunasah setempat.

Bacaan Lainnya

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRK Bireuen Surya Dharma, anggota DPRK Bireuen Adnen Nurdin, tokoh masyarakat, serta ratusan korban banjir.

‎Data aparat gampong mencatat, sedikitnya 55 KK masih menginap di tiga titik tenda pengungsian,.depan Masjid Salah Sirong, Dusun Bungong Jeumpa, dan perbatasan desa. Secara keseluruhan, ratusan warga masih terdampak dan belum mendapatkan hunian layak.

‎“Jabatan ini adalah amanah. Kalau rakyat masih tinggal berbulan-bulan di bawah tenda, ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal kemanusiaan,” tegas HRD.

‎Sebagai mitra kerja kementerian infrastruktur dan kebencanaan, HRD mengaku telah mengusulkan agar pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan hunian sementara (huntara) sambil menunggu proses hunian tetap (huntap) yang memerlukan waktu panjang. Warga pemilik lahan diarahkan pada huntara tunggal disertai bantuan Rp3 juta untuk kebutuhan dasar seperti kasur dan perlengkapan rumah tangga. Sementara bagi yang tidak memiliki tanah, disiapkan skema huntara komunal.

‎Namun, menurut aparat desa, masih banyak hal yang belum dipahami warga terkait skema bantuan dan manfaat kebijakan tersebut.

 

‎Aisyah, salah satu pengungsi, berharap pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi mereka.

‎“Kami hanya bisa berharap kepada Pak Presiden agar melihat keadaan kami yang masih tinggal di tenda,” ujarnya.

‎Ia juga menyampaikan terima kasih kepada HRD yang dinilai konsisten hadir sejak awal bencana.

‎“Beliau sudah empat kali datang ke desa kami. Dari awal musibah sampai tiga bulan ini, selalu melihat keadaan kami,” tambahnya.

‎Bagi warga Salah Sirong, kehadiran HRD bukan sekadar simbolik. Di saat pemulihan berjalan lambat, mereka melihatnya sebagai sosok yang terus mengawal bantuan dan memperjuangkan perbaikan infrastruktur di garis terdepan.

‎Silaturahmi Ramadan itu pun menjadi pengingat, di balik laporan angka kerusakan, masih ada warga yang menunggu kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat kecil.

‎( Fadjar )

Pos terkait