Tgk Zainuddin MZ Dilantik Sebagai Ketua FPI Bireuen Periode 2025–2030

 

Indonesia Investigasi 

LHOKSEUMAWE – Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP FPI) secara resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FPI Kabupaten Bireuen untuk masa bakti 2025–2030. Prosesi pengukuhan ini berlangsung khidmat pada Senin malam (malam Selasa), 5 Januari 2026 (16 Rajab 1447 H), bertempat di Komplek Dayah Darul Mujahidin, Lhokseumawe.

 

Bacaan Lainnya

Pelantikan ini berlangsung sederhana mengingat Aceh sedang usai dilanda bencana banjir bandang pada akhir November lalu.

 

Dialog dan Curhat Bersama Imam Besar Habib Rizieq Shihab

 

Setelah pelantikan, panitia menyelenggarakan sesi khusus berupa Dialog dan Curhat bersama Imam Besar Habib Rizieq Shihab (IB-HRS). Dalam kesempatan tersebut, para pengurus dan jamaah yang hadir melakukan komunikasi langsung mengenai kondisi umat terkini, khususnya terkait penanganan dan situasi pascabencana banjir yang melanda wilayah Aceh. Sesi ini menjadi momentum penting untuk mendapatkan arahan serta penguatan moral bagi para kader dalam menjalankan misi kemanusiaan di masa mendatang.

 

Prosesi Pembaiatan

Sebelum sesi dialog, pembaiatan para pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Tanfidzi DPP FPI, Habib Muhammad bin Hussein Al-Attas Lc, MA, serta disaksikan oleh Imam Daerah DPD FPI Aceh. Prosesi ini merupakan ketentuan organisasi untuk mempertegas komitmen pengabdian dan penguatan tekad perjuangan secara spiritual di hadapan ribuan jamaah.

 

Struktur Kepengurusan DPW FPI Bireuen 2025–2030

 

Tokoh-tokoh yang resmi dilantik untuk menahkodai DPW FPI Bireuen adalah:

 

Ketua: Tengku Zainuddin MZ, Al-Biruny

Tengku Andi Zulkarnain

Tengku Suryadi Syamaun

Tengku Jailani Abdul Muthalib

Tengku Mukhlis

Tengku Idris Muhammad Ali

Tengku Surya Dharma Polem

 

Visi Perjuangan dan Kemanusiaan

 

Ketua Umum DPP FPI menekankan bahwa pengurus yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar, terutama dalam mengoordinasikan bantuan dan pendampingan bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya. Program kerja lima tahun ke depan akan difokuskan pada tiga pilar: dakwah, kemanusiaan, dan penegakan keadilan.

 

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan rakyat Aceh dari bencana serta kelancaran tugas pengurus baru dalam mengemban amanah hingga tahun 2030.

Nasliati

Pos terkait