Silaturahmi Perdana Pembentukan Organisasi PMA ABS–SBK Berlangsung Penuh Semangat, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Adat Minangkabau

 

IndonesiaInvestigasi.com

PADANG, 26 Juli 2026 – Suasana penuh keakraban, semangat persaudaraan, dan kebersamaan mewarnai pertemuan perdana sekaligus ajang silaturahmi yang digelar di Kafe Raja Minas by Pas, Kota Padang. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam pembentukan kepengurusan organisasi PMA ABS–SBK.

Bacaan Lainnya

Pembentukan organisasi ini dilandasi semangat untuk mempererat tali silaturahmi antarsesama, tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun latar belakang. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah yang mampu memperkuat persatuan masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, sekaligus menjunjung tinggi falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS–SBK).”

 

Falsafah tersebut menjadi landasan utama dalam menjaga keseimbangan antara adat istiadat dan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, para perantau yang menetap di Ranah Minang juga diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga besar Minangkabau dengan memilih salah satu suku sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Sebagaimana pepatah Minangkabau mengatakan, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” yang mengandung makna bahwa setiap orang hendaknya menghormati adat, budaya, dan aturan di tempat ia tinggal.

 

Melalui PMA ABS–SBK, para penggagas berharap organisasi ini menjadi wadah yang mampu menghimpun tokoh adat, alim ulama, cerdik pandai, bundo kanduang, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membimbing dan membina generasi penerus agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat, budaya, dan syariat Islam.

 

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan zaman, semakin banyak generasi muda yang mulai melupakan adat, etika, dan nilai-nilai luhur budaya. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena adat merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, rasa malu, sopan santun, serta nilai raso jo pareso yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

 

Karena itu, kehadiran PMA ABS–SBK diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus memperkuat karakter generasi penerus agar tetap menjunjung tinggi adat istiadat, menjaga marwah budaya Minangkabau, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pertemuan perdana ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh peserta dalam membangun organisasi yang berorientasi pada persatuan, pelestarian budaya, serta pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, PMA ABS–SBK diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga warisan adat Minangkabau agar tetap lestari sepanjang zaman.

 

Apabila tersedia, rilis ini juga dapat dilengkapi dengan daftar nama pengurus terpilih, tokoh adat yang hadir, serta hasil keputusan rapat pembentukan organisasi agar berita menjadi lebih lengkap dan kuat.

 

Reporter: Ermawati

 

Pos terkait