Indonesia Investigasi
LHOKSUKON — Kelangkaan pasokan semen semakin meluas di Provinsi Aceh, termasuk di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Kondisi ini membuat harga semen di tingkat pengecer melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp100.000 per sak, jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar antara Rp55.000 hingga Rp67.000.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketersediaan semen di sejumlah toko material dan distributor bangunan terjadi kekosongan barang. Dampaknya, banyak proyek pembangunan rumah warga, fasilitas umum, hingga pengerjaan konstruksi infrastruktur terpaksa terhenti sementara.
Kelangkaan ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Daman Hauri yang akrab disapa Ampon Daman, menyuarakan keluhan masyarakat yang mulai terbeban akibat kondisi tersebut.
“Kelangkaan ini sangat memberatkan masyarakat kecil yang sedang membangun rumah maupun para tukang bangunan yang menggantungkan hidup dari pengerjaan proyek harian. Jika harga mencapai Rp100 ribu per sak, ini sudah di luar batas wajar,” tegas Ampon Daman.
Ia mendesak pihak distributor utama serta Pemerintah Daerah (Pemda) bersama instansi terkait untuk segera mengambil tindakan konkret dan melakukan investigasi di lapangan.
“Ini suatu masalah yang sangat serius dan perlu dicari solusinya segera, mengingat semen ini dibutuhkan banyak orang dan ini menjadi hal yang sangat perihatin. Pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi harus mencari solusinya,” ujar Ampon Daman.
Menanggapi persoalan ini, Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Aceh Utara, Kusairi ST, menyampaikan bahwa persoalan tersebut memang benar, namun sebagai dinas pihaknya paling bisa memantau dan menanyakan ke distributor.
King Li







