Indonesia Investigasi
LABUHANBATU – Nama seorang pria yang diduga berinisial Dadang, warga Rantauprapat, kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Sosok yang disebut-sebut sebagai “sang legendaris” dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Labuhanbatu itu kini kembali mencuat setelah diketahui telah selesai menjalani masa hukuman dan bebas dari penjara.
Alih-alih berubah dan meninggalkan dunia gelap yang selama ini melekat pada namanya, Dadang justru diduga kembali aktif mengendalikan jaringan peredaran narkotika. Bahkan menurut sejumlah sumber masyarakat, aktivitasnya kini disebut semakin luas dan terorganisir.
Fenomena ini membuat keresahan besar di tengah masyarakat. Nama Dadang kini menjadi bahan pembicaraan di berbagai kalangan, mulai dari orang tua, para remaja, hingga kelompok ibu-ibu pengajian dan perwiritan yang khawatir akan masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Kembali Bangun Jaringan Setelah Bebas.
Berdasarkan keterangan seorang narasumber kepada tim investigasi pada 15 Maret 2026, Dadang tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali membangun jaringan peredaran sabu setelah bebas dari penjara.
“Sejak bang Dadang keluar dari penjara, tak butuh waktu lama untuk kembali aktif. Kalau saya tidak salah, ada beberapa titik yang jadi mesin peredaran sabu yang diduga dikendalikan beliau,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut narasumber tersebut, beberapa lokasi yang disebut menjadi titik peredaran antara lain berada di kawasan Padang Matinggi, wilayah Tanjung Siram, hingga daerah Kampung Sawah Sigambal (Kandang Lembu). Lokasi-lokasi ini disebut sebagai tempat yang diduga menjadi titik distribusi sabu yang terus bergerak di tengah masyarakat.
Usai menyampaikan informasi tersebut, narasumber tersebut terlihat bergegas meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya, seolah khawatir dengan situasi yang semakin sensitif di wilayah tersebut.
Kekhawatiran Akan Kehancuran Generasi Muda.
Maraknya kembali aktivitas yang diduga dikendalikan Dadang ini membuat banyak pihak merasa resah. Sejumlah tokoh masyarakat bahkan mengaku tidak tahu lagi harus berbuat apa ketika melihat kondisi yang dianggap semakin mengkhawatirkan.
Salah seorang tokoh masyarakat dengan mata berkaca-kaca menyampaikan keresahannya terhadap kondisi generasi muda di Labuhanbatu.
“Kami tidak tahu lagi harus berbuat apa. Ibaratnya kami hanya menjadi penonton melihat kehancuran cucu-cucu kami sendiri akibat narkoba,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.
Menurutnya, peredaran sabu yang semakin meluas bukan hanya persoalan hukum semata, melainkan juga ancaman serius terhadap masa depan daerah.
“Jika ini terus dibiarkan, maka generasi muda di Labuhanbatu bisa hancur. Narkoba sudah seperti mesin penghancur masa depan,” tambahnya.
Seruan Kepada Aparat Penegak Hukum.
Dalam kondisi yang semakin memprihatinkan ini, masyarakat berharap adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum. Mereka meminta agar kepolisian tidak tinggal diam melihat dugaan peredaran narkotika yang semakin meluas.
Harapan tersebut secara khusus disampaikan kepada Whisnu Hermawan Februanto, Kapolda Sumatera Utara, agar segera mengambil langkah konkret dalam memberantas jaringan narkoba di wilayah tersebut.
Masyarakat juga meminta perhatian dari Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, Andy Arisandi, serta Kapolres Labuhanbatu Wahyu Endrajaya untuk segera melakukan tindakan tegas.
Tokoh masyarakat menilai bahwa aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam menghentikan peredaran narkotika yang diduga kembali berkembang.
“Pak Kapolda Sumut, Pak Kapolres Labuhanbatu, apakah kita hanya menjadi penonton juga? Tolong tunjukkan kepada kami bahwa aparat benar-benar peduli dan sayang kepada masyarakat,” ujar seorang tokoh masyarakat dengan nada penuh harap.
Publik Minta Operasi Besar-besaran.
Sejumlah warga bahkan berharap agar dilakukan operasi besar-besaran terhadap jaringan peredaran sabu di Labuhanbatu. Mereka menilai langkah cepat dan tegas sangat diperlukan agar peredaran narkoba tidak semakin meluas.
Menurut masyarakat, apabila dugaan keterlibatan Dadang benar adanya, maka aparat penegak hukum diminta untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap seluruh jaringan yang diduga terlibat.
Publik juga menilai bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan tanpa pandang bulu, demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika yang semakin merajalela.
Ancaman Nyata Bagi Masa Depan Daerah
Peredaran narkoba jenis sabu tidak hanya berdampak pada kesehatan dan moral generasi muda, tetapi juga dapat merusak stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Banyak pihak menilai bahwa apabila dugaan jaringan yang dikendalikan Dadang ini tidak segera dihentikan, maka Labuhanbatu berpotensi menghadapi krisis sosial yang lebih besar di masa depan.
Karena itu masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan langkah nyata, mulai dari penyelidikan, penggerebekan, hingga penindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkotika di wilayah tersebut.
“Jangan biarkan Labuhanbatu menjadi ladang subur bagi peredaran narkoba. Generasi muda adalah masa depan daerah ini,” ujar seorang warga dengan penuh harap.
Kini masyarakat hanya menunggu tindakan nyata dari aparat penegak hukum untuk membuktikan bahwa negara hadir melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang semakin mengkhawatirkan.
Penulis : Chairul Ritonga







