Indonesia Investigasi
ACEH UTARA, 1 Agustus 2026 – Delapan bulan pascabencana banjir bandang yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh, Rumah Zakat terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat yang terdampak. Berbagai bentuk bantuan terus disalurkan sebagai upaya membantu pemulihan kehidupan warga yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak bencana.
Banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu menjadi salah satu bencana terbesar yang pernah melanda Aceh. Derasnya arus sungai yang membawa material berupa lumpur, bebatuan, hingga gelondongan kayu berukuran besar menyebabkan kerusakan yang sangat parah. Sejumlah desa mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang hampir hilang karena infrastruktur seperti rumah, jalan, dan jembatan terseret arus. Aktivitas masyarakat sempat lumpuh, sementara akses menuju berbagai wilayah terputus akibat banyaknya jembatan yang rusak, sehingga distribusi bantuan dan kebutuhan pokok menjadi sangat sulit dilakukan.
Ribuan masyarakat menjadi korban, baik yang terdampak secara langsung maupun yang harus mengungsi dan terisolasi selama berhari-hari. Meski kondisi kini mulai berangsur membaik, masih banyak warga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta memulihkan kehidupan mereka.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat penyintas banjir, Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Pada kesempatan tersebut, tim Rumah Zakat membawa 133 paket perlengkapan ibadah yang terdiri atas mukena, sajadah, dan kain sarung untuk membantu memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat.
Kehadiran tim Rumah Zakat disambut dengan penuh antusias oleh warga setempat. Sejak pagi hari, masyarakat telah berkumpul di lokasi penyaluran. Meskipun cuaca cukup terik, semangat warga untuk mengikuti kegiatan tidak surut. Suasana penuh kehangatan dan rasa syukur terlihat selama proses distribusi bantuan berlangsung.
Tim Rumah Zakat juga disambut oleh Kepala Dusun, Bapak Saiful, bersama Sekretaris Desa Bapak Fahrol Razi yang turut mendampingi jalannya kegiatan. Pemerintah desa mengapresiasi kepedulian Rumah Zakat yang masih terus hadir memberikan perhatian kepada masyarakat meski bencana telah berlalu beberapa bulan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap agar berjalan tertib dan seluruh penerima manfaat dapat menerima paket dengan baik. Warga berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus bangkit serta menjalani kehidupan yang lebih baik.
Rumah Zakat berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan dan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman, mandiri, dan penuh harapan.
King Li
