Di Balik Kesederhanaan Dayah Bustanus Salami, Kepedulian Asar Humanity dan Mahasiswa KPM Unsam Hadir Menguatkan Harapan Santri

 

“Ketika Kepedulian Mengetuk Pintu Dayah: Asar Humanity dan Mahasiswa KPM Unsam Ringankan Beban Para Santri”

 

Indonesia Investigasi 

Bacaan Lainnya

ACEH TIMUR – Di tengah keterbatasan yang dijalani setiap hari, semangat para pengurus Dayah Bustanus Salami di Desa Seumatang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, tak pernah surut untuk mendidik anak-anak yatim, piatu, fakir miskin, dan mereka yang berasal dari keluarga broken home. Dengan fasilitas sederhana dan biaya yang serba terbatas, mereka terus berjuang agar para santri tetap bisa menuntut ilmu agama tanpa dipungut biaya.

 

Kisah perjuangan itu mengetuk hati Ksatria Asar Humanity Aceh Timur bersama mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Samudera (Unsam) Tahun 2026. Jumat (7/8/2026) sore, mereka datang membawa bukan hanya bantuan, tetapi juga kepedulian dan harapan bagi para santri.

 

Kedatangan rombongan disambut haru oleh Pimpinan Dayah Bustanus Salami, Abi Adnan, beserta Ummi dan para santri. Raut bahagia tampak terpancar saat bantuan berupa dandang berukuran besar, perlengkapan memasak, serta kebutuhan pokok mulai diturunkan.

 

Komandan Ksatria Asar Humanity Aceh Timur, Yuslizar, mengatakan bantuan tersebut berawal dari laporan relawan Asar Humanity di lapangan, Safrizal, yang melihat langsung kondisi dayah.

 

“Meski hidup dalam keterbatasan, semangat mereka mendidik generasi penerus agama Allah tidak pernah padam. Para santri makan dari dapur umum hanya dua kali sehari tanpa dipungut biaya. Dandang yang digunakan untuk memasak sudah tidak lagi memadai. Karena itu kami berinisiatif mengantarkan dandang yang lebih besar beserta perlengkapan memasak lainnya agar aktivitas di dapur menjadi lebih mudah,” ujar Yuslizar.

 

Keuchik Lizar menambahkan bahwa Ksatria Asar Humanity mengajak para mahasiswa untuk terus berbuat baik.

 

“Asar Humanity mengajak para mahasiswa untuk mengunjungi dayah Bustanus Salami serta mengajak mereka untuk menjadi agen kebaikan. Mari, siapapun kita terus kita tebarkan cinta dan kebaikan,” pungkasnya.

 

Tak hanya itu, mahasiswa KPM Unsam yang sedang mengabdi di sejumlah desa di Kecamatan Julok juga ikut menyisihkan rezeki mereka. Dari hasil kebersamaan para mahasiswa, terkumpul bantuan berupa beras, minyak goreng, telur, dan roti untuk memenuhi kebutuhan para santri.

 

Perwakilan mahasiswa KPM Unsam Lois Andika Gea mengatakan, bantuan tersebut mungkin tidak besar, tetapi diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi pengurus dayah yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk mendidik anak-anak tanpa memikirkan keuntungan.

 

“Kami percaya setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban pengurus dayah dan membawa kebahagiaan bagi adik-adik santri,” katanya.

 

Suasana haru semakin terasa saat Abi Adnan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang terus mengalir kepada Dayah Bustanus Salami.

 

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Sejak musibah banjir hingga hari ini, Ksatria Asar Humanity Aceh Timur tidak pernah berhenti mendampingi dan membantu kami. Terima kasih juga kepada adik-adik mahasiswa KPM Unsam atas kepedulian dan bantuan sembakonya. Semoga setiap langkah dan keikhlasan yang diberikan menjadi amal jariyah dan dibalas dengan pahala berlipat ganda oleh Allah SWT,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Dayah Bustanus Salami merupakan salah satu cabang Dayah Bustanul Huda (Abu Paya Pasi). Hingga kini, dayah tersebut tetap membuka pintu bagi anak-anak yatim, piatu, fakir miskin, dan anak dari keluarga broken home tanpa membebankan biaya pendidikan. Di balik bangunan sederhana dan segala keterbatasannya, tersimpan cita-cita besar untuk melahirkan generasi Qurani yang kelak menjadi penerang bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (*)

 

Agus Saputra

 

Pos terkait