Kehadiran Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 10 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Di Sambut dengan Antusias Masyarakat Desa Geuleumpang Pirak

 

Indonesia Investigasi 

ACEH UTARA – Indonsiainvestigasi (02/08/2026) – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 10 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang bertugas di Desa Geuleumpang Pirak, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, berhasil menghidupkan kembali aktivitas keagamaan di meunasah desa melalui pelaksanaan salat berjamaah lima waktu serta kegiatan beut-seumeubeut yang dibimbing langsung oleh mahasiswa KPM.

 

Bacaan Lainnya

Ketua KPM Mandiri Kelompok 10, Muhammad Agha A, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu fokus utama pengabdian mereka kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KPM tidak hanya untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga berupaya menghidupkan kembali fungsi meunasah sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan generasi muda.

 

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali memakmurkan meunasah melalui salat berjamaah lima waktu. Selain itu, kami juga mengaktifkan kembali kegiatan beut-seumeubeut sebagai wadah pendidikan agama bagi anak-anak,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KPM memberikan pembelajaran Fiqih, Tasawuf, dan Al-Qur’an, serta membimbing anak-anak dalam menghafal doa-doa harian dan surat-surat pendek. Tidak hanya itu, mahasiswa juga memberikan arahan, motivasi, serta nasihat kepada anak-anak sebagai bekal dalam membentuk karakter dan akhlak yang baik sebagai generasi penerus bangsa.

 

Sementara itu, Geuchik Desa Geuleumpang Pirak, Rasyidin, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa KPM di desanya.

 

“Kami merasa sangat senang dan bersyukur atas kehadiran mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di Desa Geuleumpang Pirak. Program yang mereka jalankan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menghidupkan kembali aktivitas ibadah di meunasah dan membina anak-anak melalui pendidikan agama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus memakmurkan meunasah,” ungkapnya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Geuleumpang Pirak, Ady. Ia menilai bahwa kehadiran mahasiswa KPM memberikan semangat baru bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan partisipasi anak-anak dan warga dalam kegiatan keagamaan di meunasah.

 

“Kami mengapresiasi dedikasi mahasiswa KPM yang telah berinisiatif menghidupkan kembali salat berjamaah lima waktu serta kegiatan beut-seumeubeut. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter religius anak-anak sejak dini. Semoga apa yang telah dimulai ini dapat terus berlanjut meskipun masa pengabdian mahasiswa KPM telah berakhir,” tutur Ady.

 

Melalui program ini, Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 10 berharap dapat menumbuhkan kembali semangat masyarakat dalam memakmurkan meunasah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat Desa Geuleumpang Pirak.

 

Jahidi

Pos terkait