Indonesia Investigasi
PEKALONGAN – Indonesia investigasi.com – Polres Pekalongan Polda Jateng – Personel Polsek Bojong bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian penemuan jasad seorang kakek yang tercebur ke dalam sumur di Desa Ketitang Lor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/3/2026) malam. Korban berinisial R (90), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai pihak keluarga melakukan pencarian selama beberapa jam.
Peristiwa pilu ini bermula saat istri korban, Wastini (80), baru saja pulang dari melaksanakan ibadah shalat tarawih sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu, ia melihat suaminya berjalan menuju kamar mandi untuk buang air besar. Namun, setelah ditunggu sekian lama, korban tak kunjung kembali ke kamar dan tidak terlihat di dalam rumah.
Setelah dilakukan pencarian bersama sang anak, korban akhirnya ditemukan sudah berada di dalam sumur pada pukul 22.30 wib. Pihak keluarga kemudian meminta pertolongan warga dan melapor ke Polsek Bojong.
Kapolsek Bojong AKP Wastono, S.H., mengkonfirmasi bahwa pihaknya langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis awal bersama tim terkait setibanya di lokasi.
“Kami telah mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan bersama tim medis. Berdasarkan fakta-fakta di lapangan dan keterangan saksi, kejadian ini murni merupakan kecelakaan. Korban diketahui sudah lanjut usia dan kondisinya sudah pikun, sehingga diduga kehilangan keseimbangan saat berada di dekat sumur,” ungkap AKP Wastono, Rabu (04/03/2026) dini hari.
AKP Wastono menegaskan bahwa hasil pemeriksaan fisik tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur kesengajaan atau bunuh diri. Kedalaman sumur dan kondisi fisik korban yang sudah sangat renta menjadi faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
“Hasil olah TKP menyimpulkan bahwa ini murni kecelakaan. Tidak ditemukan adanya unsur pidana dalam kejadian ini,” tegasnya.
Pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai sebuah musibah. Mengingat kondisi korban yang memang sudah sering lupa (pikun) karena faktor usia, keluarga menolak untuk dilakukan otopsi lebih lanjut.
“Keluarga sudah menerima ini sebagai musibah murni. Jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan malam ini juga langsung diproses untuk prosesi pemakaman,” tambah AKP Wastono. ( Ari )







