Indonesia Investigasi
BIREUEN – Anggota DPRK Bireuen dari Fraksi PKB, Adnen Nurdin, menggelar reses masa sidang II di tenda pengungsian Desa Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Dalam pertemuan tersebut, ia memdengar langsung dan menyerap berbagai aspirasi warga yang hingga kini masih terdampak banjir.
Reses yang berlangsung sederhana di tengah tenda pengungsian itu dihadiri tokoh masyarakat serta puluhan warga korban banjir yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah kebutuhan mendesak disampaikan kepada Adnen Nurdin. Di antaranya permintaan tempat pemandian mayat (fardu kifayah), pengadaan piring PKK untuk mendukung kegiatan kenduri masyarakat, tambahan tenda bagi 15 kepala keluarga yang rumahnya hilang akibat banjir, kompor untuk kebutuhan memasak para pengungsi, hingga perbaikan jalan dan jembatan desa yang rusak.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Adnen Nurdin menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui jalur legislatif.
“Insya Allah semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Adnen di hadapan warga.
Ia juga menyampaikan bahwa terkait usulan pembangunan jalan dan jembatan, masyarakat dapat menyampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Komisi V, H. Ruslan M. Daud (HRD), yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju lokasi pengungsian untuk menemui warga.
Sementara itu, Keuchik Desa Simpang Mulia, Nazaruddin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Adnen Nurdin yang datang langsung menemui masyarakat di tengah kondisi pengungsian.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Adnen Nurdin yang telah hadir dan mendengar langsung keluhan masyarakat. Kehadiran beliau memberi semangat bagi warga kami yang sedang tertimpa musibah,” ujar Nazaruddin.
Hingga kini, sebagian warga Desa Simpang Mulia masih bertahan di tenda pengungsian setelah banjir yang melanda kawasan tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga hilang tersapu arus.
Pertemuan reses tersebut berlangsung penuh keakraban, diwarnai dialog terbuka antara warga dan wakil rakyat yang mereka harapkan dapat membawa solusi bagi pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
( Fadjar )







