Indonesia Investigasi
KAJEN – Indonesia investigasi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar tasyakuran refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan Sukirman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Rabu (25/02/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun khusyuk itu menjadi momentum pemaparan berbagai capaian pembangunan dan indikator makro daerah sepanjang tahun 2025, sekaligus ajang doa bersama agar kepemimpinan ke depan semakin solid dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Dalam paparannya, Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Sukirman, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting dengan realisasi sejumlah proyek strategis. Di sektor kesehatan, penyelesaian RSUD Kraton Tahap II di Wiradesa berhasil dituntaskan dengan anggaran Rp. 42,9 miliar. Dukungan fasilitas kesehatan juga diperkuat melalui pengadaan alat kesehatan RSUD Kajen sebesar Rp. 2,5 miliar, rehabilitasi gedung IGD RSUD Kajen Rp. 1,4 miliar, serta pengadaan alat kesehatan RSUD Kesesi senilai Rp. 2,5 miliar. Selain itu, pembangunan Puskesmas Kedungwuni I dan Kesesi I turut direalisasikan dengan anggaran Rp. 2 miliar.
Di bidang infrastruktur, komitmen pemerataan pembangunan diwujudkan melalui pembangunan Kecamatan Wiradesa Rp. 4,5 miliar, pembangunan Sirkuit Wonopringgo Rp. 2,3 miliar, serta pembangunan Pasar Darurat Kajen senilai Rp. 1,6 miliar. Penanganan banjir dan penguatan sistem drainase juga menjadi prioritas, antara lain melalui pembangunan stasiun pompa banjir di Desa Pacar Kecamatan Tirto dan Desa Depok Kecamatan Siwalan sebesar Rp. 4,4 miliar, pembangunan sistem drainase Tegaldowo Rp. 800 juta, normalisasi Kali Boro di Kecamatan Bojong Rp. 1,1 miliar, serta pembangunan saluran drainase di Desa Api-Api, Bebel, dan Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto dengan total anggaran Rp. 9 miliar. Sementara itu, anggaran rehabilitasi jalan mencapai Rp. 27 miliar dan rehabilitasi jembatan Rp. 3,8 miliar, sebagai bagian dari upaya mewujudkan infrastruktur yang semakin mantap.
Tak hanya pembangunan fisik, indikator makro daerah juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 6,26 persen, meningkat signifikan dibanding tahun 2024 yang berada di angka 5,02 persen. Tingkat pengangguran terbuka turut menurun dari 3,30 persen pada 2024 menjadi 3,24 persen di 2025, bahkan lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Tengah dan nasional. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 8,95 persen di tahun 2024 menjadi 8,05 persen di tahun 2025. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 71,95 pada 2024 menjadi 72,71 di 2025, menempatkan Kabupaten Pekalongan dalam kategori tinggi selama tiga tahun terakhir.
Prestasi tingkat provinsi hingga nasional turut memperkuat capaian tersebut. Kabupaten Pekalongan meraih Juara I Penurunan Prevalensi Stunting tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025, serta menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) dari Kemendagri sebagai salah satu kabupaten sangat inovatif di Indonesia. Inovasi “Eks Banner” RSUD juga membawa Kabupaten Pekalongan masuk 10 besar terbaik Investment Development and Entrepreneurship Award (IDEA) Jateng 2025. Tak hanya itu, Kabupaten Pekalongan juga masuk lima besar nasional Mandaya Award 2025 untuk kategori inovasi pengentasan kemiskinan melalui digitalisasi, meraih Juara I Lomba Hari Habitat Penanganan Permukiman Kumuh tingkat Provinsi Jawa Tengah, serta mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional 2025 untuk SMP Negeri 2 Kajen dan SMA Negeri 1 Doro. Penghargaan tata kelola kearsipan dengan kategori “Sangat Memuaskan” dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) turut melengkapi daftar capaian dalam 1 tahun terakhir.
Meski berbagai capaian telah diraih, Fadia–Sukirman menyadari masih ada pekerjaan rumah ke depan. Penyelesaian infrastruktur jalan dan jembatan, penanganan banjir dan rob di Kecamatan Tirto, Siwalan dan Wonokerto, penyempurnaan sarana pendidikan dan kesehatan, pembangunan fasilitas olahraga, pariwisata dan UMKM, hingga pengelolaan sampah serta mitigasi bencana dan antisipasi perubahan iklim menjadi agenda prioritas berikutnya.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, atas capaian yang diraih menyampaikan harapan dan doa agar seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan senantiasa kompak dalam menjaga daerah, “Harapan dan doa saya kepada semua yang hadir di sini. InsyaAllah Forkopimda Kabupaten Pekalongan selalu kompak. Kita sama-sama menjaga Kabupaten Pekalongan tetap baik, jauh dari marabahaya, jauh dari masalah-masalah yang menakutkan dan mengagetkan. Semoga masyarakat tenteram, adem ayem, dan makmur sejahtera dengan Forkopimda yang kompak,” ujarnya.
Fadia juga berharap seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari para asisten, kepala OPD, camat, hingga ASN dan PPPK, diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas membangun Kabupaten Pekalongan, “Semoga kita semua yang bekerja membangun Kabupaten Pekalongan diberikan kemudahan oleh Allah. Dimudahkan dalam segala urusan, diberi keselamatan, dijauhkan dari fitnah, marabahaya, dan kehinaan sehingga kita bisa membangun Pekalongan dengan aman, nyaman, dan baik,” tuturnya.
Ia pun memohon doa agar dirinya bersama Wakil Bupati dapat menyelesaikan amanah kepemimpinan dengan baik hingga akhir masa jabatan tanpa persoalan hukum maupun permasalahan lainnya, “Saya mohon doa Bapak Ibu semua, doakan saya dan Bapak Haji Sukirman agar memimpin Pekalongan tuntas sampai akhir, tidak ada masalah hukum, tidak ada fitnah, tidak ada bala dan marabahaya apapun. Semoga semua selesai dengan baik,” tambahnya.
( Ari )
