Indonesia Investigasi
ACEH TAMIANG, 13 Juni 2026, Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan hewan pascabencana, Rumah Zakat menyalurkan bantuan pakan serta layanan kesehatan bagi kucing-kucing terdampak dan penyintas banjir di wilayah Aceh Tamiang. Bantuan ini diberikan kepada shelter kucing liar serta beberapa pemilik kucing yang berada dalam kondisi ekonomi yang membutuhkan dan kesulitan memenuhi kebutuhan hewan peliharaannya setelah bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi pakan kucing, pasir kucing, vitamin, kandang, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya untuk menunjang perawatan dan pemulihan kucing-kucing yang terdampak. Selain bantuan kebutuhan harian, Rumah Zakat juga memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi kucing yang mengalami berbagai masalah kesehatan.
Sejumlah kucing yang mendapatkan penanganan medis diketahui menderita penyakit seperti chlamydia, flu kucing, calici virus, pyometra, serta luka dan pembengkakan akibat perlakuan tidak semestinya. Salah satu kucing ditemukan mengalami pembengkakan serius pada kaki setelah diikat menggunakan karet gelang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Melalui bantuan pengobatan ini, kucing-kucing tersebut mendapatkan perawatan yang dibutuhkan agar dapat kembali sehat dan beraktivitas dengan baik.
Selain pengobatan, program ini juga mencakup sterilisasi bagi kucing jantan dan betina. Ada sekitar 13 ekor kucing yang mendapatkan pelayanan steril 8 jantan dan 5 betina. Upaya sterilisasi dilakukan sebagai langkah pengendalian populasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup kucing-kucing liar agar lebih sehat dan terawat. Proses sterilisasi dilaksanakan di klinik dokter hewan di Kota Langsa yang berjarak sekitar 60 kilometer dari lokasi shelter.
Kegiatan bantuan ini berpusat di Shelter Rumah Singgah Satwa yang berada di Desa Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Shelter tersebut menjadi tempat perlindungan bagi puluhan kucing terlantar yang membutuhkan perhatian dan perawatan intensif.
“Tidak hanya menyasar kucing yang berada di shelter, bantuan pakan juga didistribusikan kepada kucing-kucing liar yang tersebar di beberapa titik pemukiman warga seperti di Kabupaten Aceh Utara, Kota Langsa, dan Pidie Jaya. Penyaluran dilakukan melalui warga setempat yang selama ini turut membantu memberi makan dan merawat kucing-kucing liar di lingkungan mereka.” Ujar Ratna selaku Program Implementator Rumah Zakat Aceh.
Melalui program ini, Rumah Zakat berharap dapat membantu meringankan beban para pegiat penyelamat hewan serta memastikan kucing-kucing terdampak banjir mendapatkan haknya untuk hidup sehat dan layak. Kepedulian terhadap hewan merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang penting untuk terus ditumbuhkan, terutama dalam situasi pascabencana yang sering kali juga berdampak pada makhluk hidup lainnya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selain kebutuhan pakan yang terbantu, kucing-kucing yang sakit juga bisa mendapatkan penanganan medis yang selama ini sulit kami penuhi karena keterbatasan biaya,” ungkap salah satu pengelola shelter.
Rumah Zakat berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang tidak hanya menyentuh masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan hewan yang membutuhkan.
King Li
