Rajab Bulan Allah SWT, Sya’ban Bulanku, Ramadhan Bulan Umatku

 

Indonesia Investigasi 

ACEH TIMUR – Dalam perjalanan waktu umat Islam, ada tiga bulan yang selalu dinanti dengan penuh harap dan rindu: Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Ketiganya bukan sekadar pergantian kalender hijriah, tetapi rangkaian ruhani yang membimbing hati menuju puncak kemuliaan.

 

Bacaan Lainnya

Rajab dikenal sebagai bulan Allah SWT. Bulan ini termasuk salah satu dari bulan-bulan haram yang dimuliakan. Di dalamnya, umat diajak memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, dan menata niat. Rajab adalah gerbang awal, saat hati mulai disucikan dan jiwa dipersiapkan. Ia seperti panggilan lembut agar manusia kembali mendekat kepada Rabb-nya.

 

Memasuki Sya’ban, Rasulullah SAW menyebutnya sebagai “bulanku”. Pada bulan ini, amal-amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Sya’ban menjadi momentum memperbanyak shalawat, memperkuat puasa sunnah, serta mempererat ukhuwah. Ia adalah jembatan ruhani, tempat hati dilatih agar semakin siap menyambut bulan penuh ampunan.

 

Lalu tibalah Ramadhan, yang disebut sebagai bulan umatku. Inilah bulan yang paling dinanti. Di dalamnya, Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan pahala dilipatgandakan. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang membangun kepedulian sosial, memperkuat ibadah, serta menyatukan umat dalam kebersamaan.

 

Tiga bulan ini adalah rangkaian pendidikan spiritual. Rajab menumbuhkan kesadaran, Sya’ban menguatkan persiapan, dan Ramadhan menyempurnakan penghambaan. Jika dijalani dengan sungguh-sungguh, maka ia akan melahirkan pribadi yang lebih sabar, dermawan, dan bertakwa.

 

Kini, pertanyaannya bukan sekadar apakah kita memasuki bulan-bulan mulia itu, tetapi apakah hati kita benar-benar siap menyambutnya?

 

Semoga Rajab menyadarkan kita, Sya’ban menguatkan kita, dan Ramadhan memuliakan kita. Aamiin.

Tgk Abdullah

Pos terkait